SEJENAK KITA BERSAMA AL-QURAN

Assalamu'alaikum wbt... bismillahi nabda'

Tinta ku awwali dengan persembahkan ayat-ayat cinta kalamullah …

Allah Ta’ala berfirman, mafhumnya : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

Dalam Shahih Bukhari, disebutkan riwayat dari Utsman bin Affan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, mafhumnya : “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Dalam Shahihain, disebutkan pula hadith dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, mafhumnya : “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”

Maksud dari dua pahala ini adalah salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Qur’an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.

Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan tidak lain kecuali untuk suatu tujuan yang mulia iaitu sebagai petunjuk tentang segala yang ada di kehidupan dan aturan dasar (hukum). Adapun pada saat ini, banyak diantara kita yang meninggalkan kitab yang agung ini, tidak memahami kandungannya bahkan tidak mengenalnya kecuali hanya pada saat-saat tertentu saja.

"Diantara mereka ada yang hanya membaca saat ada kematian, diantara mereka ada yang hanya menjadikannya sebagai jimat dan diantara mereka ada yang hanya mengenalnya pada saat bulan Ramadhan saja."

Memang benar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an, kita dianjurkan agar memperbanyak membaca Al Qur'an pada bulan Ramadhan. Namun tidak sepantasnya seorang muslim berpaling dari kitab yang mulia ini di luar bulan Ramadhan kerana Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjanjikan keutamaan yang begitu banyak bagi para pembacanya meskipun di luar bulan Ramadhan, dan diantaranya adalah :

1. Memperoleh kesempurnaan pahala

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, mafhumnya : "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Fathir : 29-30)

2. Syafa'at bagi pembaca Al Qur'an

Dari Abu Umamah RA, ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda , mafhumnya : "Bacalah Al Qur'an karena sesungguhnya Al qur'an itu akan datang di hari kiamat untuk mmeberi syafa'at bagi yang membacanya" (HR. Muslim)

Dan dari Abdullah bin Amru bin Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at kepada hamba kelak di hari kiamat, puasa berkata : "Ya Rabbku saya telah mencegahnya dari memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya. Dan berkata Al Qur'an :"Saya telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya, Nabu bersabda :"Maka keduanya memberikan syafa'at" (HR. Ahmad)

Oleh kerana itu dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur'an Al Karim terutama di bulan Ramadhan, kerana bulan ini merupakan bulan Al Qur'an. Para ulama As salafus Shalih bila menghadapi bulan Ramadhan mereka menyambutnya dengan membaca Al Qur'an lebih banyak dari bulan lainnya.

Mereka menyibukkan diri dengan tadarrus Al Qur'an, mempelajarinya, mengajarkannya dan qiyamul lail dengan membaca ayat-ayatnya agar mereka beruntung mendapat syafa'at dari puasa dan Al Qur'an yang mereka baca serta agar mendapatkan redha dan syurganya dari Ar Rahman.

3. Pahala yang berlipat ganda bagi orang yang membaca Al Qur'an

Dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur'an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu di lipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan " 'DE "Alif Laam Mim adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf" (HR. Tirmidzi)

4. akan di angkat derajat di Syurga

Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA dari Nabi SAW bersabda, mafhumnya : "Dikatakan kepada Ahli Al Qur'an : "Bacalah dan keraskanlah dan bacalah (dengan tartil) sebagaimana engkau membacanya di dunia, sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kau baca" (HR. Tirmidzi)

5. Belajar dan mengajarkan Al Qur'an adalah amalan yang terbaik

Dari Utsman bin Affan RA dari Nabi SAW bersabda, mafhumnya : "Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari)

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata : "Tidak diragukan lagi bahwa orang yang menggabungkan dalam dirinya dua perkara iaitu mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya, dia menyempurnakan dirinya dan orang lain, berati dia telah mengumpulkan dua manfa'at yaitu manfa'at yang pendek (kecil) dan manfa'at yang banyak, oleh kerana inilah dia lebih utama"

6. Empat Keutamaan bagi kaum yang bekumpul untuk membaca Al Qur'an

Dari Abu Hurairah RA ia berkata Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah (masjid) mereka membaca kitabullah dan saling belajar diantara mereka, kecuali Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, mereka diliputi rahmat, dinaungi malaikat dan Allah menyebut mereka pada (malaikat) yang didekatNya" (HR. Muslim)

Maka berbahagialah ahlul Qur'an dengan karunia yang agung dan kedudukan yang tinggi ini, maka sungguh sangat mengherankan orang yang masih memahami isi kandungannya bahkan bermalas-malasan bahkan berpaling dari majlis Al Qur'an.

7. Membaca Al Qur'an adalah perhiasan Ahlul Iman

Dari Abu Musa Al Asy'ari RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an itu bagaikan jeruk limau; harum baunya dan enak rasanya dan perumpamaan orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah kurma; tidak ada baunya namun enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an itu bagaikan buah raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah hanzhalah; tidak ada baunya dan pahit rasanya" (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an bererti dia telah menghilangkan salah satu sifat esensinya iaitu baik pada dzahirnya. Ini merupakan kekurangan bagi peribadi seorang muslim, yang seharusnya mampu membaca Al Qur'an, menghafalkannya dan mentadabburinya tapi justeru melalaikannya.

8. Membaca Al Qur'an tidak sebanding dengan Harta benda dunia.

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Apakah salah seorang diantara kalian senang bila pulang kepada keluarganya dengan mendapatkan tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk ?" Kamipun berkata : "Ya" Beliau bersabda : "Maka tiga ayat yang dibaca oleh seseorang diantara kalian dalam shalatnya itu lebih baik dari tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk" (HR. Muslim)

Harta yang paling dicintai orang Arab pada waktu itu adalah unta khalifat, apabila unta khalifat yang besar lagi gemuk memiliki nilai kekayaan yang besar yang diperebutkan manusia, maka sesungguhnya belajar atau membaca satu ayat dari kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih baik disisi Allah dari pada unta tersebut.

Bersegera membaca Al-Qur'an lebih banyak manfa'atnya dari pada berdesak-desakan untuk berebut-rebut harta kekayaan dunia yang akan sirna tidak meninggalkan bekas. Adapun bacaan Al Qur'an maka pahalanya tersimpan untukmu.

9. Keutamaan orang yang mahir membaca Al Qur'an

Dari Aisyah RA berkata, Rasululah SAW bersabda, mafhumnya : "Orang yang mahir Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang membaca Al Qur'an dan terbata-bata membacanya dengan mengalami kesulitan melakukan hal itu maka baginya dua pahala" (HR. Muslim)

Setelah kita mengetahui dari hadith-hadith diatas buat saudaraku semua kaum muslim yang di sayangi Allah ta'ala, bahwasanya pahala yang besar dan kedudukan yang dicapai orang yang membaca Al-Qur'an, maka tidak ada kewajiban alasan lain bagi kita semua kecuali untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an dan memahami lebih dalam isi kandungannya setiap saat. Mari kita bersama hiasi hidup seharian kita dengan amal ibadah, antaranya dengan banyak membaca dan memahami isi kandungan Al-Quran. Semoga hadirnya halaman AL-QURAN DAN TERJEMAHNYA dapat memberi manfaat, kemudahan dan senantiasa Allah Ta'ala merahmati teman-teman semua.


*artikel yang disediakan untuk sahabat2 Halaqoh Al-Quran... (^___^)

* selamat membaca, beramal dan sama2 kita merenungkannya. moga bermanfaat.


wallahu'alam


alfaQirah ila Allah : -

~ waznah alhamraa' ~

15:40 pm

03 jamadil awwal 1432H

08 april 2011

KETAKUTAN SI ADAM....

Assalamu'alaikum wbt...

*sekadar perkongsian bersama.. dari saya, untuk saya juga untuk kalian. moga bermanfaat.

Moga sentiasa bernafas dalam keikhlasan mencari keredhaanNYA diakhir tujuan setiap amalan Insya Allah. Moga juga sentisa kekal diatas jalanNya dan tidak sekali-sekali berputus asa untuk terus berjalan. Sewaktu saya menulis ini saya baru sahaja pulang dari kuliah di universiti. Dek kerana sesi lab dan kuliah kedua-duanya dibatalkan, Allah benarkan tenaga ini digunakan untuk menulis sedikit diruangan ini.

Pagi ini saya mengambil keputusan untuk menuju ke universiti lebih awal berbanding sahabat-sahabat saya. Alhamdulillah sesampainya di univeristi, sekali lagi Allah benarkan saya untuk mengerjakan solat Dhuha terlebih dahulu. Seperti kebiasaanya pada setiap kali selepas solat, seperti juga anda, serangkap demi serangkap doa saya panjatkan pada Yang Maha Esa. Cuma dihulunya ..‘1 message received’..sejenak, I got a message from my Lord. Beberapa perkara khusus berlari-lari di setiap inci otak saya. Pantas saya cuba menghilangkan buat sementara waktu dan menghabiskan ‘permintaan-permintaan’ saya pada Allah.

Selesai segalanya, lantas saya menyandarkan badan yang masih dalam kesegaran wudhu’ ini di sebuah sudut yang terpencil di surau universiti yang nyaman dan damai sekali. Beg biru yang di hantar oleh ibu dari Malaysia saya capai, isinya saya keluarkan. Sebuah buku physiology kehijauan saya selak. Helaian demi helaian, bacaan demi bacaan. Satu pun saya tidak dapat fokus. Mengapa? Sebabnya perkara tadi masih lagi berlegar-legar difikiran saya. Seakan-akan meronta-ronta untuk dikeluarkan dan diterjemahkan. Tetapi, apa?


KETAKUTAN SEORANG LELAKI!

Mungkin agak janggal bagi anda dan saya meniti mata kita dari `K’ sehingga I’` pada tajuk diatas. Tapi, inilah perkara yang bermain difikiran saya ketika itu. Saya pun tidak tahu dari mana pangkalnya dan dari mana hujungnya. Cuma yang saya tahu, ada lelaki yang sedang ketakutan disekeliling kita sedang mencari jawapan, jawapan bagi setiap soalan untuk dirinya. Sekali lagi pantas jari jemari ini berfungsi, kali ini untuk menutup helaian-helaian buku physilogy saya, ada perkara yang perlu diselesaikan..

Lelaki oh lelaki..jangan takut..Allah kan baik.

Saya teringat diwaktu dulu, ketika itu saya masih lagi kecil dan kurang mengerti selok-belok dunia ini. Hatta kini, masih juga sama. Cuma, Alhamdulillah, merentasi masa pasti juga akan merentasi suka dan duka. Syukur Allah benarkan saya belajar banyak perkara dari semua itu.

Saya insan biasa. Tetapi sukakan sesuatu yang luar biasa dalam keadaan yang biasa-biasa. Jadinya, kalau ada salah dan silap, sama-sama kita saling melengkapi. Moga Allah kira ini sebagai usaha untuk mendapatkan keredhaanNya.


Mari bermula! Dulu saya pernah bersembang dengan seorang akhi tentang cinta.Tapi, biasalah..dulu sembang-sembang sahaja. Kini, Allah bagi rezeki untuk terjemahkan balik satu-persatu, Alhamdulillah.

‘yer,memang kita perlu yakin dengan jodoh yang Allah bagi kat kita,tapi kita kena ada usaha..’
‘usaha’?
‘aah, usaha..’
‘oo00oo, usaha..'

Maka merentasi masa, saya melihat bermacam-macam usaha yang ada kat muka bumi ini, dalam mencari jodoh atau pasangan hidup.

‘Usahalah kenal dia, SMS laa’
‘Isk, apa susah..bercinta la, baru kenal..’
‘Baik tackle cepat, sebelum dia ditackle kan orang lain.melepas kau..’


Saya pun, angguk dengan pendapat-pendapat manusia, masa pun direntasi lagi.

‘Alamak, melepas laa aku dia, tak tau kenapa ‘.
‘Isk, bosannya kahwin, kalau aku tau..aku tak nak bercinta dulu..’
‘Buang masa aku jer..last-last bukan sesuai pun…'

Aih...dah bertukar dah..begitu pula jadinya....

Apa yang sahabat-sahabat boleh bayangkan dalam situasi dialog diatas? Apa yang ingin saya sampaikan? Ruang ini saya ingin memotivasikan lelaki-lelaki yang mungkin sedang dalam ketakutan dalam mengharungi hidupnya seharian (ingat, saya pun lelaki juga).


TEKNIK & TAKTIK:

1) Letakkan kenyakinan yang tinggi pada Allah swt.Usaha sebenar bukanlah terletak pd SMS, chatting, tackle menackle atau pada apa yang menjurus kepada sebuah perhubungan sebelum kahwin. Tetapi USAHA sebenar seorang lelaki adalah menahan segala-galanya dari perkara yang menjurus kepada itu. Itulah USAHA sebenarnya..

Bagaimana pula dengan hadis rasul kita, Nabi muhammad S.A.W? Dalam hadis, baginda rasulullah telah memperincikan jenis-jenis zina.

Daripada Abu Hurairah r.a katanya, Nabi S.A.W. bersabda :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan nasib anak Adam mengenai zina. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Zina mata ialah memandang. Zina lidah ialah berkata. Zina hati ialah keinginan dan syahwat,sedangkan faraj (kemaluan) hanya menuruti atau tidak menuruti’

2) Setiap lelaki inginkan wanita yang solehah untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Ketakutan lelaki akan muncul apabila bertemu dengan calon pilihannya dan risau akan kehilangannya. Dia akan berusaha untuk mendapatkan wanita tersebut dengan cara yang berbeza-beza.

Untuk yang kurang pendedahan agama : Mungkin mengambil jalan untuk bercouple (dating etc)


Untuk golongan pertengahan : Biasanya akan menggunakan ayat2 kiasan,jelling menjeling dan mungkin bercouple tapi istilah "BERCOUPLE DALAM ISLAM'’ …


Untuk golongan yang didedahkan dengan agama : Ini bahaya! Ramai juga pejuang-pejuang yang bertungkus lumus didalam agenda dakwah dan sebagainya dimata manusia, gugur di persimpangan ini. Nauzubillah min zalik. Sehingga ada yang sanggup menghadiri program tarbiyyah hanya semata hadirnya zaujah pilihan dihati. Ada juga yang menganggap diri masing-masing sebagai sahabat juang, lalu meluahkan masalah didalam perjuangan bersama-sama, sedangkan wujud jantina sejenis yang lebih afdhal? Alasan - akhawat lebih memahami?Sudahlah, syaitan lagi memahami. Astagfirullahal adzim, jauhkan lah semua ini dari kami Ya ALLAH.


Firman Allah ini sangat popular, namun ramai buat-buat tak tahu tentang kehadiran isi kandungan yang ingin disampaikan .

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Ianya adalah ‘mendekati’ , bukannya ‘melakukan’ ..Allah ingin mengajar kita supaya tidak mendekati cabang-cabang zina, walau seinci!..subhanallah.nauzubillah..ihfazna ya Rahman..


3) Lelaki punyai kekuatan, bukan pada tubuh badan. Tapi kekentalan menghadapi cabaran seorang perempuan.

Sebuah hadiht sahih: Ar rasul bersabda.. :
'Tidak aku tinggalkan fitnah paling besar dan berat kepada anak adam,melainkan perempuan'

Akhirnya kita dapat melihat bahawa setiap lelaki inginkan kebaikan dalam setiap perhubungan, mengharapkan teman hidup yang betul-betul mampu memahami. Disinilah muncul ketakutan didalam jiwa mereka sehingga menghasilkan `usaha’ yang tak diperlukan.

Ingat, sahabat-sahabat sekalian, sekiranya benar dan ikhlas tujuan kita, usaha kita yang sebenar adalah usaha menghalang segala `usaha’ yang akan menghalang kita mendapat cinta seperti cinta Rasulullah dan Khadijah.

Allah tak zalim, CINTA ITU SUCI, MAKA PELIHARALAH KESUCIANNYA. .

Di benak hati, letakkan KEYAKINAN..ikutlah cara Islam, ikutlah undang-undang tuhan, ikutlah teladan Rasulullah dan sahabat, juga salafussoleh..moga ia akan memberikan kebahagiaan di DUNIA juga AKHIRAT.

Formula : Yakin + Islam’s way = isteri @ suami solehah.. =)

Insya Allah..specific for me, but rugi kalau tidak disebar-sebarkan..kan?..manfaat bersama. Andai saya juga terleka, ingatkanlah saya..saya juga seorang lelaki..:)..

Syukran "IHFADZILLAH YAHFADZKA"..

salam ukhuwah..

terakhirnya... NIKAH!

this is the way

the only way..rite? - cara yang paling terbaik. InsyaAllah.. (^____^)



wallahu'alam


sekian...



~ waznah alhamraa' ~

alFaQirah ila Allah

01 April 2011

7 pm

BENARKAH ITU CINTA...??

menurut kalian..???

Bismillahirrahmanirrahim.

Semoga kita semua dalam keadaan sihat dalam lindungan rahmat ALLAH SWT. Alhamdulillah masih dberi nikmat bernafas di atas muka bumi ALLAH SWT ini. Semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang bersyukur..

*INGIN BERKONGSI SESUATU DENGAN SAHABAT2 PENGUNJUNG BLOG (BUAT YANG SUDI) - ketemu artikel ni dari laman web ni (http://my.opera.com/azmibhr/blog).. semoga bermanfaat (^^,)

Setiap insan memiliki hati dan setiap hati itu memiliki cinta. Hati adalah tempat bersemayamnya cinta dan bersemayamnya cinta di hati itu menjadikan kita sebagai insan. Begitulah eratnya antara Insan, Hati & Cinta. Tidak dapat dan tidak mungkin dapat dipisahkan.

Saya sering ditanya "Berdosakah apabila jatuh cinta pada seseorang?". "Alhamdulillah kamu adalah manusia normal" Itulah kebiasaannya respon pertama saya. Hati kita memang mudah jatuh cinta dan mudah pula membenci. Bahkan kadang-kadang kita sangat cintakan seseorang kemudian dialah pulalah yang paling kita benci. Kecintaan kadang-kadang menjadikan kita seperti lembu yang dicucuk hidung hingga boleh diseret kemana-mana sahaja walaupun ke lembah kehinaan dan kotor. Tetapi cinta juga boleh mengangkat kita tinggi bahkan lebih tinggi dan mulia dari malaikat. Itulah cinta, penuh dengan keajaiban.

Islam tidak pernah melarang kita untuk jatuh cinta atau dicintai. Bahkan Islam tidak pernah menggambarkan cinta itu hina dan keji sehinggalah cinta itu sendiri dikuasai nafsu dan diukur dengan nilai-nilai cetek dan sementara tanpa dihubungkan dengan nilai Iman dan kehidupan Akhirat yang kekal abadi. Bukankah cinta itu suci, sesuci embun pagi. Bukankah cinta itu mulia dan tinggi. Bukankah cinta itu datang dari kebersihan hati lalu melahirkan kemuliaan budi, kasih dan kepekaan jiwa. Benarkah itu cinta, Kalau kita semakin keji dan hina? Benarkah itu cinta? kalau kita semakin bodoh dan lupa kemuliaan diri? Benarkah itu cinta? kalau kehidupan kita hilang pedoman hingga akhirnya kita terdampar dipantai maksiat? Benarkah itu cinta? kalau kita lupa diri hingga tercampak kelembah yang hina dina? Benarkah cinta yang menjadikan kita bodoh, hina, keji dan lupa diri? Benarkah cinta yang menjadikan hati kita hitam dan kotor hingga diri kita tidak lagi 'suci'? Benarkah cinta yang menjadikan kita sesat dalam kehidupan? Benarkah cinta yang menjadikan kita lupa dari mana kita datang, untuk apa didatangkan dan kemana akhirnya kehidupan?

Benarkah itu cinta Atau nafsu yang menggoda Atau syaithan yang memperdaya Atau Iman yang yang semakin kehilangan Nyala Benarkah itu cinta Atau kejahilan yang menguasai Atau dunia yang memperdaya diri Atau kita yang buta dan lupa Buta terhadap kebenaran dan Iman Buta terhadap kemuliaan dan ketinggian Lupa terhadap syaithan yang penuh kebencian lupa terhadap nafsu yang memperdayakan insan Bukankah semua kita inginkan kemuliaan Bukankah semua kita mencari kebahagiaan Bukankah semua kita mencari 'jalan pulang' Kenapa kehinaan yang datang Kenapa tiada lagi damai dan ketenangan Kenapa kita tersesat di pertengahan jalan Kenapa kita terlupa 'jalan pulang' Benarkah itu cinta? Atau kita yang diperdaya Kehinaan di hias hingga mempersonakan Kesementaraan dinampakkan kekal Segala yang busuk terbau harum Segala yang keji ternampak indah

Benarkah itu cinta? Untuk menjawab persoalan ini memerlukan jiwa yang bersih dan iman yang benar bukan nafsu dan kejahilan. Cuba kita hitung dengan kebenaran, berapa ramai yang tewas dalam pelukan cinta sedangkan semalamnya dia adalah lelaki atau wanita mulia. Cuba kita tanyakan iman kita berapa ramai yang mendirikan rumahtangga atas dasar 'cinta pertama' dan berapa ramai yang mampu mempertahankan mahligai cinta itu hingga keakhir hayat mereka. Cuba kita buka mata hati kita dan kita lihat dunia cinta ini dengan ilmu, iman, kebenaran dan kesedaran.


Ya, benar cinta itu membahagiakan bukan memperdayakan. Kita tidak inginkan kebahagiaan yang bersifat sementara dan kebahagiaan sementara ini tak lebih dari 'kosmetik' sahaja. kita perlukan cinta bukan 'kosmetik cinta'. Kita perlukan cinta kerana kita perlukan kebahagiaan bukan kerana cinta itu sendiri. Jadi kalau ada orang yang sedang bercinta saya mohon 'teruskan percintaan anda'. Cinta itu tenang dan membahagiakan. Cinta itu menjadikan kita mulia dan tinggi. Mulia dan tinggi disisi Ar Rahman dan Ar Rahim sumber dan simbol cinta hakiki. Kalau ada yang masih belum jatuh cinta. Ayuh, carilah cinta anda kerana ianya menghidupkan hati, membuka mata dan memimpin jiwa.


Rasulullah SAW memulakan dakwahnya dengan cinta, mendokong dakwahnya berbekalkan cinta dan meninggalkan dunia ini dengan mewariskan cinta. Cinta baginda kepada Allah Ar Rahman sehingga seluruh kehidupan ini hanya untukNya. Cinta itulah yang telah memuliakan generasi pertama yang selama ini hidup dalam kebencian, teraba-raba dalam kegelapan lalu jatuh ke lembah nista dan hina. Cinta lalu hadir bersama cahaya hingga hati-hati mereka kembali hidup dan segar, keimanan berputik dan membuahkan bunga-bunga cinta lalu bunga-bunga cinta itulah yang kita perlukan kini.

Untuk kita hidup dengan rasa persaudaraan, untuk kita bina rumahtangga di atas dasar iman dan untuk kita membangunkan masyarakat yang menghayati keimanan. Bunga-bunga cinta itulah yang telah menyelamatkan generasi pertama dari kebinasaan jiwa, menyelamatkan wanitanya dari diperdagangkan lalu menjadikan mereka isteri-isteri yang mulia dan ibu-ibu yang dicintai. Lalu lahirlah generasi yang mewarisi haruman bunga cinta itu. Kalau anda sedang asyik dalam percintaan, teruskan itulah kenikmatan hidup tetapi tanyakan pada diri anda...benarkah itu cinta? (^_^)




... alfaQirah ila Allah ...
~ waznah alhamraa' ~
06 mac 2011
16.48 pm





CUKUPKAH BILA HATI SAJA BERBICARA...???

Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahu akbar…

Andai rindu ini bertatih lagi, ku harap biarlah ianya hanya untuk-Mu Al-Qayyum
jika rindu ini bisa menarik resah, tiada lain hanya padaMu aku pasrah
kira pencarian ini masih belum jua kutemui,
hanya satu ku pinta ya Allah damaikanlah hati ini
Kembara cinta ini tidak kuharap bersemi dengan serakah
Cinta untuk-Mu ya Rahman destinasi kasih yang masih belum terlaksana
Kasih yang diberi, cinta dicari tak sama dengan gerak geri…
Hasil diperolehi, kesan melakar diri, rupanya cuma bayangan duniawi
Kuntuman bunga pada kalam yang belum menjadi hakikat
Seri kelopak zahrah pada bibir yang bijak bertongkah sifat
kerutan kening.. bertaut minta bertanyakan ia..
tika resah sudah mulai menarik sepi
apa harus ku biarkan kecewa meratap pergi
moga kasih ini bisa mengikat diri
aduan bicara hati hanyalah pada-Mu
Serikanlah kebun hati ini, bukan hanya di fikirku tapi juga pada redhaMu..

Malam yang hening.. sayu.. di temani lagu “insyaAllah” versi melayu, nyanyian Maher Zain, sedikit banyak mendamaikan hati yang runsing.. resah.. namun masih bisa menghuraikan keagungan ciptaan Tuhan yang Maha Esa.. menggamitkan segala rindu yang terpendam jauh di lubuk hati. saat hati sering berbicara sendirian, ada bias mutiara mengalir perlahan di pipi. Entah, apa yang menggusarkan hati, terasa kesabaran sudah semakin hilang untuk menahan air mata dari terus menitis. kiranya masih punya kekuatan dalam diri, cukuplah bagi ku pendam segalanya sendiri. biarlah hanya DIA Yang Maha Mengetahui. Mahu saja ku biarkan hati ini diketuk bertalu-talu dengan sesuatu agar mudah ianya bicara sendiri.

“jangan habiskan air matamu dalam masa sehari.. simpanlah untuk hari esok, kerna esok masih ada untuk menangisi segala kekesalan pada-Nya. Percayalah, air mata yang mengalir kerna-Nya akan terasa sungguh indah. Jangan bersedih, siapa tahu, mungkin esok kita bisa bertemu dengan baginda saw. Dan saat itu, menangislah sepuas-puasnya dan biarkan hatimu berbicara. Adukan segala kerinduan pada-Nya. Ingat, ujian itu “hadiah” dari Allah, agar kita lebih tegar meneruskan perjuangan untuk hari-hari yang mendatang...”

Sentiasa ku berusaha untuk mengumpul kekuatan, namun akhirnya tewas dan rebah kembali ke pangkuan yang Maha Esa. Sungguh, ingatan-Nya pada hamba yang masih penuh noda dan dosa ini hebat sekali. Lalainya qolbi, mengapa sentiasa lupa pada nikmat yang sudah di beri. Semakin berusaha ku mendaki gunung cinta-Nya, semakin aku rebah sendiri. Lidah kelu dalam kelam. Aduh.. hadirlah kekuatan, demi mengemis cinta Ilahi.. sabar, senang menyebutnya, namun sukar praktikalnya. Kekuatan yang Esa jualah yang banyak membantu dalam musafir menuju cinta-Nya. Aku hanya mampu tunduk seribu makna, menyembamkan muka di tikar sejadah, menjahit segala asa yang kian tercarik, menyembah DIA yang sentiasa menemani.. di mana pun si lemah ini berada.

Maaf sahabat-sahabatku.. hanya itu yang termampu ku lafazkan saat ini. Dari hujung rambut hingga hujung kaki , buat ahli bait, mu’allim mu’allimah, teman-teman, juga untuk dia yang sentiasa di nanti.. sayunya hati ini cukuplah Dia yang tahu, cukuplah Dia juga yang me”rasai”nya.. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.. ujian yang datang bersilih ganti, tidak kira, datangnya dengan “jemputan” atau pun tidak. Ku akui, hampir semua mengatakan perkara yang sama.. percayalah teman-temanku, aku juga tidak menginginkan yang demikian,, jauh sekali meletakkan kesalahan ini di pundak kalian. Nilailah dengan nilaian apa sekali pun, tetapi, nilaian di sisi-Nya jauh terasa lebih berharga.

"enti dah banyak berubah."

“enti dah tak macam dulu…”

“enti ke yang ana kenal dua tahun yang lalu”

“enti ni… dah semakin jauh…”

masyaAllah.. Tabarakallah.. aku hanya milik-Mu ya Ilahi..

ku akui.. waznah alhamraa’ yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu, lebih banyak berdiam dan hanya tersenyum tanpa sepatah bicara, lebih banyak melihat dan mendengar tanpa memberikan respon, semakin berubah watak dan identiti…

sentiasa di asak dengan ujian dari pelbagai sudut tanpa teman yang di harapkan untuk memberi bantuan pada hati yang rawan menjadikan diri semakin berusaha untuk memencilkan diri. Bukan tidak mahu berbicara, bukan juga tidak mahu berkongsi, cukuplah hati seorang yang lemah ini yang menderita, jauh sekali merasakan kesepian seperti yang di jangka.. kerna apa?? Rasa kehambaan yang masih punya Allah yang Maha Mendengar, masih punya air mata untuk di alirkan. Asykuru Lillah …

bohonglah kiranya diri yang kerdil ini tidak memerlukan teman di sisi, barangkali masih demotivate dalam pencarian yang panjang.. ya lah, sahabat itu, bisa datang.. bisa juga pergi, persis angin yang datang menyapa lalu pergi, hilang entah ke mana. Hati yang menanggung siksanya rindu hanya hati kepada insan dho’if ini, memujuk hati sendiri, walau kalian hanya tinggal sebagai kenangan dalam hati ini.

aku yang kini semakin berubah watak sejak beberapa minggu lalu. semakin mendiam, diam dan terus mendiam. Tidak seceria sebelum ini, mungkin di wajah, tapi tidak di hati. malah sudah tidak mengharapkan sesiapa lagi untuk membantu merawat hati yang merintih. Dulu dan kini, hanya aku…yang sentiasa memujuk hati akan ada juga seseorang yang dapat memberi suntikan seperti yang pernah di rasakan suatu ketika dulu. Tapi hari ini, biarlah arus saja yang membawanya..

tidak pernah ku salahkan sesiapa, perjuangan dan kembara kalian jauh lebih mencabar. Hanya saja pesanku ukhti, selagi ruh dan jasadnya masih bersatu : "ceritalah apa pun pada saya, saya tak kisah, Cuma saya minta jangan pernah awak rasa tak ada siapa di sisi awak, insyaAllah saya berusaha untuk bersama awak. Saya tahu. awak percaya Allah sentiasa mendengar bicara awak, tapi saya nak awak juga yakin saya ada untuk awak berkongsi apa saja…"

terpujuk juga hati yang lara, walau dengan cara remeh ini. Andai saja dia terus-terusan patah semangat untuk memulakan langkah yang baru. Cukup memahami dan sangat memahami apa yang dialaminya kerana semuanya telah pun ku lalui dalam keadaan yang sangat sukar. Tiada bicara yang selayaknya untuk menggambarkan betapa di saat jatuh tersungkur kala mendengar perkhabaran tersebut. Allah juga yang memberi kekuatan dengan belas ihsan-Nya, dengan rahmat juga sifat Penyayang-Nya..

di saat hati tercari-cari dahan untuk berpaut, akhirnya ku temui seseorang yang sering menggetarkan saraf dengan ayat-ayat cinta Allah, sungguh ku pelajari sesuatu darinya yang memandang sesuatu dengan pandangan yang positif… ku akur dengan kesederhanaannya…

di kala kesepian dan keseorangan di lautan ujian, aku kembali mengintai dan mencari ayat-ayat yang di susun seindah pekerti penulisnya. Meluncur lajunya air mata bukanlah kerana sedih dengan bicaranya, sebaliknya ianya kembali mengingatkan aku pada kenangan lalu. Jauh di sudut hati, aku meluahkan segalanya... Sampai masanya kita akan pergi jua!!!

sakitnya merindui… merindui bagai si pungguk merindukan bulan. Ku teruskan langkah kaki, perjalanan harian seperti tiada apa yang berlaku walau jauh di sudut hati seakan membarah perasaan rindu pada sahabat-sahabat. Aku merindui tarbiyyah itu, usikan dan senyuman kalian. Sungguh aku tidak pernah mengharap akan ada yang memahami gelora yang melanda di jiwa. Tiada siapa yang lebih bijak memujuk hati melainkan kita sendiri yang memujuknya dengan ayat-ayat cinta Ilahi.

pengalaman lalu menjadikan diri takut untuk membiarkan sahabat yang rawan duduk bersendirian. Berusahanya dalam kekalutan menyusun ayat untuk memujuk hatinya kerana ia adalah peluang keemasan untuk memujuk hati sendiri. Hati yang dibiarkan terlalu lama dalam keadaan luka membuatkan aku hilang ayat untuk mengharap, cukuplah… terlalu banyak masa yang sudah berlalu. Biarlah aku bukakan peluang untuk diri sendiri yang merawatnya. Ku biarkan Allah membelai hati ini dengan ayat-ayat Nya…

syukran kathira pada sahabat yang sejak akhir-akhir ini sering merelakan dirinya menjadi mangsa untuk aku melempiaskan bicara dan tangisan, moga Allah memberkatimu, sahabat. Syukran kathira juga pada sahabat yang menerbangkan hadiah dari ummu ad-Dunya di samping sentiasa mendoakan diriku, moga Allah membalas dengan sebaik-baik pembalasan.

syukran kathira juga pada mereka yang meninggalkan diriku terkapai-kapai sendirian di lautan ini, betapa ianya mengajar diri yang hina ini agar bergantung terus pada Allah Yang Maha Kuasa, sungguh Dialah Pelindung yang TERBAIK untuk hamba-hambaNya. untuk semua yang sentiasa mengkritik tanpa memikirkan perasaan ini, menjadikan diri semakin tegar dan lali dengan keadaan ini.

Terima kasih ya Allah kerana sentiasa merencanakan hanya yang TERBAIK pada hamba-hamba Mu yang lalai dengan nikmat yang Kau berikan. Jangan pesongkan hati-hati kami setelah Kau beri hidayah.


ku sedari hakikat.. Allah yang beri ujian, biar Dia memujuk dengan cara dan kehendak-Nya

bila hati ku mula berbicara, maaf.. akan tiada lagi bisa menghalanginya

moga kalian sentiasa dilindungi juga dilimpahi Rahmat Ilahi

sejuta kemaafan andai aku bukan sahabat terbaik

kerna aku hanyalah si hamba yang lemah…

ya Ilahi… bantulah hamba Mu ini yang kian terumbang ambing di dalam arus duniawi, kepada Mu aku memohon limpahkan rahmat Mu, biarkanlah mentari hidup ku kan bersinar kembali...




al-faQirah ila Allah

~ waznah alhamraa’~

29 rabi’ul awwal 1432H

04 Mac 2011

TINTA RINDU BUAT RASULULLAH S.A.W.

Bismillahirrahmanirrahim…

Sollu ‘alan nabi… sollu ‘alan nabi…

… di kala Aminah melahirkan bayinya, dunia terang bermandikan cahaya, Cahaya yang amat diperlukan, Petunjuk jalan menuju kebahagiaan … ( syair al-Abbas bin Abdul Mutalib )

subhanAllah… Alhamdulillah.. Allahu Akbar…

Seinfiniti kesyukuran dipanjatkan kepada Allah SWT atas kurniaan nikmat yang paling besar nilaiannya, nikmat Iman dan Islam, juga nikmat-nikmat lain yang kita gunakan tanpa diminta bayaran melainkan mengikuti segala titah perintah-Nya, menjadi hamba sejati yang sebenarnya. Alangkah indahnya jika manusia itu melaksanakan segala perintah-Nya selama hidup tanpa adanya bangkangan, alhasil.. pasti berjaya di dunia, dan lebih-lebih lagi di akhirat sana!

firman Allah swt (mafhumnya) : “dan tiadalah Kami mengutuskan Engkau (Wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam” [surah al-Anbiya’ : ayat 107 ]

Kelahirannya disambut dengan meriahnya, dirai seluruh makhluk di langit dan di bumi, menandakan permulaan rahmat Allah ke atas hamba-hambaNya dan seluruh makhluk alam semesta. Kesedihan dan kemurungan turut melanda seluruh alam saat kewafatannya.. sungguh, dia sentiasa dirindui.

… Rabi’ul Awwal menjelang lagi, terkenang pada Rasul pilihan, Nabi Muhammad pemimpin ummat, pembawa rahmat pembawa berkat.. Nabi al-Hadi Rasul al-Musthofa …

Dalam menyelusuri kedamaian bulan Rabi’ul Awwal, bulan yang sentiasa menjadi sebutan seluruh umat Islam, bulan di mana lahirnya seorang Pemimpin agung dunia, dan bulan di mana Dia yang selamanya di kasihi meninggalkan kita, ummatnya yang sentiasa di cintai. Sehingga kini, tiada siapa yang mampu menandingi keperibadiannya. Agungnya penciptaan-Mu ya Rabbul Jalil, Muhammad nama diberi. Hadirnya merubah dunia, dan memberikan cahaya ke seluruh alam, menjadi Qudwah Hasanah, kepada seluruh umat Islam, dahulu, kini… dan selamanya. Seruan dan ajarannya, serta sunnahnya, mampu meruntuhkan keegoan manusia yang awalnya membencinya, apatah lagi melembutkan jiwa umat yang sentiasa mengikuti dan bersamanya.

Mustahil bagi kita melupakan satu susuk yang sangat memikat hati, mana mungkin kita mampu mengenepikan peribadi yang boleh menyentuh jiwa. Malunya untuk mengatakan bahawa kita adalah salah seorang dari ummatnya kerana ketidaklayakan kita. Namun berbanggalah, kerana Allah memilih KITA menjadi salah seorang dari yang berpeluang untuk berada di bawah panji perjuangan Baginda SAW. Di mana kita boleh menemukan satu susuk peribadi yang berjaya mengimbangi kehidupannya dengan sempurna selain dari Nabi Muhammad SAW, munculkanlah sesiapa pun di atas muka bumi yang mampu menyaingi sistematik kehidupan Baginda SAW. Ternyata, baik dahulu, kini dan selamanya, tidak ada satu pun yang boleh menandinginya.

Siangnya menjadi kepala negara, pendakwah menyampaikan dan menyebarkan amanah Allah, ketua kepada keluarga, sahabat kepada sahabat, hakim kepada rakyat. kehebatannya dalam melakar strategi perang, mengetuai 27 peperangan, meluangkan masanya untuk para fakir dan miskin, sempat bergurau dengan anak-anak kecil serta cucunya, masih memberikan hak kepada perempuan-perempuan di sekelilingnya, malah mampu untuk bermesra bersama para sahabat. Tidak cukup dengan siang hari yang padat, tika malamnya, saat manusia lain sedang beristirehat, Baginda bangun berdiri berjam-jam lamanya untuk Qiyamullail hinggakan bengkak-bengkak kaki Baginda SAW.

Kerendahan hati seorang Kekasih Allah, pemurah, penyayang, lembut hatinya, tenang malah sentiasa menyenangkan. Bahkan tiada siapa yang boleh mengatasi sifat malunya, apatah lagi untuk menyaingi ketegasan prinsipnya, dan selamanya tiada yang mampu menewaskan kebergantungannya kepada Allah SWT. Kemuliaan akkhlaknya yang sentiasa memancarkan cahaya, hanya memalukan bagi sesiapa sahaja yang cuba menentangnya. Allah SWT menegaskan lagi di dalam firman-Nya, mafhum :

“dan Bahawa Sesungguhnya Engkau mempunyai akhlak Yang amat mulia” [surah al-Qalam : ayat 4].

Bahkan Sayyadatina ‘Aisyah ketika ditanya mengenai akhlak Rasulullah SAW, lalu di jawab : “bahawa akhlaknya (Rasulullah SAW) adalah al-Quran”.[Hadith Riwayat Abu Dawwud dan Muslim]

Sedarkah kita…??? Dia sentiasa merindui kita, ummatnya…

Walaupun belum bertemu empat mata… kitalah ikhwah yang senantiasa dirindui Baginda SAW…

Daripada Abu Hurairah, bahawa Rasulullah SAW telah pergi ke kawasan perkuburan dan berkata : “sejahteralah ke atas kamu (penghuni) negeri orang-orang yang beriman, sesungguhnya kami, insya Allah akan menyusuli kamu. Amat ingin di hatiku seandainya dapat kita melihat saudara-saudara kita”. Sahabat pun bertanya : “apakah kami ini bukan saudara-saudaramu ya Rasulullah?” lalu Baginda menjawab : “kamu semua adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita adalah orang-orang mukmin yang belum muncul (mukmin di masa hadapan)” [Riwayat Muslim]

Baginda SAW juga pernah bersabda : “sungguh aku merindui ikhwahku”, lalu para sahabat bertanya : “siapakah ikhwahmu ya Rasulullah?”, jawab Baginda : “mereka yang tidak pernah melihatku, tetapi berpegang teguh pada ajaranku”. Rasulullah di saat nazaknya, bertanya kepada malaikat Jibril A.S. : “wahai Jibril, apakah yang telah Allah sediakan untuk ummatku?”, tidak Baginda bertanyakan apa yang Allah sediakan untuknya, apa balasan Allah untuk segala pengorbanannya, nikmat apakah yang akan dikecapinya di Syurga sana… tetapi di akhir hayatnya, Baginda bertanyakan keadaan kita, ummatnya.

Ayuh ikhwah akhawat.. buktikan kecintaan kita kepada dia… Muhammad ibn Abdullah

“sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya berselawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya” [surah al-Ahzaab : ayat 56]

Kita ma’ruf akan fadhilat berselawat ke atas Nabi SAW yang memberikan keuntungan kita di hari muka kelak, yang mana di saat kita di kumpulkan di padang Mahsyar kelak, segala harta mahupun mereka yang sentiasa berada di sisi kita tidak akan dapat membantu… di saat amalan di timbang al-Mizan, di sanalah kita membutuhkan syafa’at dari Rasulullah SAW kepada kita.

Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda : “barangsiapa berselawat sekali ke atasku, Allah berselawat sepuluh kali selawat ke atasnya dan di hapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh darjat” [hadith Riwayat Bukhari]

Namun… bagaimana mungkin kita akan mudah meraih syafa’at dari Baginda sekiranya kita tidak memperbanyakkan selawat ke atas Baginda tika hidup di pentas dunia yang fana ini..?? sejauh dan sedalam mana luluhnya hati kita saat kita menyebut namanya..?? sentiasa terpahat di hati kita atau tidak nama Kekasih Ilahi yang sentiasa cintakan kita…??? Ya Rasulullah… ya Habibi al-Musthofa…

Hayatilah kisah Baginda di hari-hari terakhir…

Masruq meriwayatkan daripada Aisyah radhiyallahu ‘anha:

Tatkala Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam gering, kesemua isteri Baginda berada di sisi. Tiada seorang pun yang tercicir antara mereka. Ketika mereka berhimpun, anakanda kesayangan Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam, Fatimah radhiyallahu ‘anha datang berjalan. Demi sesungguhnya cara berjalan Fatimah tidak ubah seperti ayahandanya, Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam.

“Selamat datang wahai anakandaku,” Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam dengan suara yang lemah menjemput Fatimah duduk di sisinya.

Baginda membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah.

Anakanda itu menangis.

Kemudian Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam membisikkan sesuatu lagi ke telinga anak kesayangannya.

Fatimah ketawa.

Apabila Fatimah bangun dari sisi ayahandanya, Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya, “apakah yang diperkatakan oleh Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam hingga menyebabkan engkau menangis dan engkau ketawa?”

Fatimah menjawab, “Aku tidak akan mendedahkan rahsia Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam!”

Demi sesungguhnya, selepas wafatnya Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengulang kembali soalan yang sama kepada Fatimah, “Aku bertanyakan engkau soalan yang engkau berhak untuk menjawab atau tidak menjawabnya. Aku ingin sekali engkau memberitahuku, apakah rahsia yang dikhabarkan oleh Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam dahulu?”

Kata Fatimah, “ada pun sekarang, maka ya, aku bisa memberitahunya!

“Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam berbisik kepadaku dengan berkata: sesungguhnya Jibril selalunya mendatangiku untuk mengulang semakan al-Quran sekali dalam setahun. Namun di tahun ini beliau mendatangiku dua kali. Tidaklah aku melihat kelainan itu melainkan ia adalah petanda ketibaan ajalku. Justeru… bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah kamu dengan ketentuan ini. Atas segala yang telah ditempuh dalam kehidupan ini, sesungguhnya aku adalah untukmu wahai Fatimah!

Aku menangis…

Kemudian Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam berbisik lagi kepadaku dengan berkata: apakah engkau gembira kalau aku khabarkan kepadamu bahawa engkau adalah penghulu sekalian wanita di Syurga? Dan sesungguhnya engkau adalah insan pertama yang akan menurutiku daripada kalangan ahli keluargaku!

Aku ketawa”

Sesungguhnya…

Fatimah radhiyallahu ‘anha benar-benar kembali kepada Allah, menuruti pemergian ayahandanya enam bulan selepas kewafatan Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam. Benarlah beliau ahli keluarga pertama Baginda yang pergi. Dan benarlah kalam utusan Allah… sallallaahu ‘alayhi wa sallam!

detiknya semakin hampir...

Dhuha itu tepu dengan kegelisahan.

Senyuman yang dilemparkan Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam kepada Abu Bakr dan sahabat semasa mereka mengerjakan Solat Subuh tadi, benar-benar mengubat rindu mereka. Namun para sahabat tidak tahu bahawa kerinduan mereka hanya terubat seketika, dan mereka akan kembali merindui wajah itu, buat selamanya. Senyuman itu bukan senyuman kesembuhan. Ia adalah senyuman perpisahan.

Badan Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam semakin panas. Sesekali ada dengusan yang keras dari nafas kekasih Allah itu mendepani mabuknya kesakitan sebuah kematian.

“Laknat Allah ke atas Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kubur-kubur Nabi mereka sebagai masjid!” bibir Baginda masih tidak berhenti sallallaahu ‘alayhi wa sallam menuturkan pesan-pesan yang penting buat umat yang bakal dilambai perpisahan.

Aisyah radhiyallahu ‘anha meneruskan catatannya:

Aku melihat sendiri Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam mendepani kematian Baginda.

Kami ketika itu berbicara sesama kami bahawa sesungguhnya Nabi sallallaahu ‘alayhi wa sallam tidak akan meninggal dunia sehinggalah Baginda membuat pilihan antara Dunia dan Akhirat. Tatkala Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam semakin gering mendepani kematian, dalam suara yang serak aku mendengar Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam berkata: Aku bersama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah ke atas mereka daripada kalangan para Nabi, Siddiqin, Syuhada’ dan Solihin, dan itulah sebaik-baik peneman yang menemankan aku!

Dan tahulah kami, Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam telah menyempurnakan pilihannya itu.

Dalam kegeringan itu, aku sandarkan tubuh Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam rapat ke dadaku. Telingaku menangkap bicara lemah di ambang kematian, Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam berbicara: Allahumma, ampunkanlah diriku, rahmatilah aku, dan temukanlah aku dengan-Mu, Temanku yang Maha Tinggi.

Ketika Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam bersandar di dadaku, datang adikku, Abdul Rahman bin Abi Bakr dengan siwak yang basah di tangannya. Aku menyedari yang Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam merenung siwak itu, sebagai isyarat yang Baginda menggemarinya. Apabila ditanya, Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam mengangguk tanda mahukan siwak itu. Lalu kulembutkan siwak itu untuk Baginda dan kuberikan kepadanya. Baginda cuba untuk melakukannya sendiri tetapi ketika siwak yang telah kulembutkan itu kena ke mulut Baginda, ia terlepas daripada tangan dan terjatuh… air liurku bersatu dengan air liur Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam di detik akhirnya di Dunia ini, dan detik pertamanya di Akhirat nanti.

Di sisinya ada sebekas air. Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam mencelupkan tangannya dan kemudian menyapu wajahnya dengan air itu lalu berkata: Laa Ilaaha Illallaah! Sesungguhnya kematian ini kesakitannya amat sakit hingga memabukkan! Allahumma, bantulah aku mendepani Sakaraat al-Maut ini!

Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam mengangkat jari kirinya ke Langit lalu berkata: Kembalilah aku kepada Teman yang Maha Tinggi! Kembalilah aku kepada Teman yang Maha Tinggi!”

Tangan itu layu. Jatuh ke dalam bejana.

Leher Baginda sallallaahu ‘alayhi wa sallam terkulai di dada Aisyah.

Innaa Lillaah wa Innaa Ilayhi Raaji’un…

“ummati … ummati … ummati …” itulah kalimah yang terlafaz dari bibir Baginda saat-aat hendak berpisah dengan dunia yang fana. Sakitnya kematian itu ibarat ditusuk 3000 pedang, bahkan Rasulullah SAW sendiri menyatakannya kepada ‘Aisyah : “wahai ‘Aisyah, sesungguhnya sakaratul maut itu sangat menyakitkan”. UMMATI.. kitalah yang disebutkan ketika itu.

Rasulullah menghulurkan sepenuh cintanya bukan untuk dibalas tetapi untuk diteladani. Meneladani cinta Baginda SAW akan membawa bahagia hingga ke Syurga. Pencinta Ilahi yang rebah di pelukan isteri tercinta, melambai pergi ummah yang dirindui, pencinta yang agung telah lama pergi, tetapi cintanya tetap harum dan mekar hingga ke detik ini.


Ku cuba..senantiasa ku cuba mengikuti sunnahmu

Ku lakukan yang terbaik untuk kehidupanku

Seperti yang telah engkau ajarkan pada umatmu

Akan sentiasa ku berdoa agar dapatku mendekatimu

Di hari perhitungan kelak, aku melihat senyumanmu

Dan engkau juga melihat semula kepadaku…

wahai ikhwah akhawat sekelian.. tidak rindukah kita padanya…???



hamba yang sentiasa merindui maghfirah-Nya :

~ waznah_alhamraa' ~

12 rabi'ul Awwal 1432H, 15 Feb 2011

18:10 pm