MANAJMEN DAKWAH KITA



Ketika kita merenung manusia-manusia disekeliling, dan kita lihat selautan manusia yang kelemasan dalam kealpaan...tergamakkah kita melayari bahtera penyelamat ini tanpa mempedulikan mereka yang tenggelam timbul dalam kebodohan?

Kekosongan hati mereka adalah kemalasan kita dalam mengisi ruan
g-ruang yang ada. Siapa berani berkata bahawa dia telah berusaha sehabis daya? Hakikatnya kita lebih mampu daripada itu. Tetapi kelemahan dan kemanjaan kita kadangkala menambat kaki kita di pohon-pohon tamar, ketika pejuang-pejuang lain berlarian ke saff saff di hadapan untuk meraih syahid dan syurga.

Putuskanlah ikatan itu wahat du'at!
Kalian berhak diberikan sebuah syurga andai kalian termasuk orang-orang yang berusaha.
Selonggok kemanusiaan terkapar,
Siapa yang mengaku bertanggungjawab?,
Bila semua pihak menghindar,
Biarlah saya yang menanggungnya,
Semua atau sebahagiannya..."
(Kh. Rahmat Abdullah)

saya bawakan satu kisah untuk tatapan kalian...

DAKWAH ITU... TUGAS SIAPA YA???

Cerita ini adalah tentang empat orang yang bernama SEMUA ORANG, SESEORANG, SIAPA SAJA, dan TAK SEORANG PUN.

Ada tugas penting untuk dikerjakan dan SEMUA ORANG diminta melakukannya. SEMUA ORANG yakin bahwa SESEORANG akan melakukannya. SIAPA SAJA bisa melakukannya, tetapi TAK SEORANG PUN yang melakukannya. SESEORANG menjadi marah tentang itu, sebab ini tugas SEMUA ORANG. SEMUA ORANG menganggap bahwa SIAPA SAJA dapat melakukannya, tetapi TAK SEORANG PUN yang menyedari bahwa SEMUA ORANG tidak akan melakukannya. Akhirnya, SEMUA ORANG menyalahkan SESEORANG ketika TAK SEORANG PUN melakukan apa yang bisa dilakukan oleh SIAPA SAJA.

(dikutip dari Dr. Hisham Yahya Altalib dari bukunya Panduan Latihan Bagi Gerakan Islam, 1999)

Kisah di atas – tentu saja – bukanlah dongengan pengantar tidur. Namun lebih tepat bila disebut sebagai semacam “muhasabah manajemen” yang relevan dan tampaknya akan selalu up to date bagi perubahan, perbaikan dan bahkan penyempurnaan sinergi manajemen suatu organisasi. Terlebih bagi suatu organisasi yang telah nyata-nyata mengidentitikan diri sebagai wahana dakwah.

DURI-DURI DI JALAN DAKWAH

Setiap yang mengaku Da'ie pasti tidak akan terlepas daripada ujian Allah. Memang Allah telah menjanjikan bahawa jalan ini bukanlah dihampar dengan permaidani merah tapi sebaliknya hamparan ini disediakan dengan duri-duri. Semakin jauh kaki ingin melangkah dalam jalan dakwah, semakin besar dan semakin berat ujian yang Allah sediakan untuk diri.

Sesungguhnya, Ujian-ujian yang Allah berikan bukanlah untuk membebankan, tetapi sebenarnya untuk mentabiyyah diri supaya lebih tabah dan kuat untuk menghadapi cabaran yang lebih besar. Apabila melakukan muhasabah, saya sedar bahawa setiap ujian yang Allah sediakan untuk saya sebenarnya adalah salah satu latihan untuk saya untuk membentuk peribadi yang lebih mantap dan kuat. Tapi, terkadang, diri sering terlupa dan diri sering tewas dengan godaan nafsu menyebabkan kita tersungkur di tengah jalan dakwah. Dan, syaitan tidak akan berputus asa selagi kita tidak meninggalkan jalan yang mulia ini.

DAKWAH - HANYA UNTUK GOLONGAN YANG BERGELAR USTAZ DAN USTAZAH???

Apabila disebut perkataan dakwah, yang terlintas di kotak pemikiran kita bagi perkataan ini adalah seorang yang mempunyai ilmu agama atau dipanggil ustaz memberikan ucapan atau memperkatakan serta mengajarkan kepada khalayaknya berkenaan dengan Islam.

Bentuk gambaran yang tipikal ini serta sempitnya dimensi dakwah seperti yang digambarkan, membuatkan kerja dakwah seolah-olah hanya dimiliki oleh golongan yang mempunyai ilmu agama semata-mata. Golongan ini atau panggilan rasminya golongan agama atau ustaz adalah golongan yang selalu dibebankan dengan permasalahan dakwah dan penyebaran risalah dakwah ini.

Hakikatnya, pemikiran dan tanggapan yang sebegini amat jauh dan langsung tidak menepati roh dan semangat dakwah itu sendiri. Bebanan dan gerak kerja dakwah yang mulia ini sebenarnya merupakan tugas yang sepatutnya bukan sahaja dipikul oleh golongan ustaz bahkan terpikul di atas bahu kesemua umat Islamyang mensyahadahkan bahawa tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan Muhammad itu utusan Allah.

Tanggungjawab mempersembahkan ajaran Islam dalam apa jua bentuk dan memperkenalkan Islam dengan wajahnya yang tulen kepada manusia sejagat adalah tugas hakiki yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan oleh seluruh umat Islam. Jika kita membuka dan menyorot isi kandungan al-Quran, terdapat banyak sekali nas yang menyentuh persoalan dakwah serta tanggungjawab umat Islam dalam menjayakannya.

Antaranya firman Allah Ta'ala yang mafhumnya, "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali-Imran: 104)

Daripada ayat ini, amat jelas kepada kita satu perintah Allah supaya umat Islam membentuk diri mereka dan menjadi umat atau kelompok manusia yang sentiasa menyeru kepada kebaikan iaitu Islam, menyuruh melakukan yang makruf dan mencegah dari berlakunya kemungkaran. Sebuah hadith Nabi SAW yang sahih lagi masyhur, Sabda Nabi s.a.w, mafhumnya, "Sesiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka ubahlah ia dengan tangannya (kuasa yang ada pada seseorang) jika dia tidak mampu maka ubahlah ia dengan lidahmu, jika dia tidak mampu maka gunakanlah hatinya (dalam membenci dan tidak meredai berlakunya kemungkaran itu) dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman". (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadith ini mengungkapkan persoalan tentang langkah-langkah yang patut diambil seorang muslim itu dalam usahanya mencegah kemungkaran. Tetapi di sebalik mafhumnya yang mendasar diungkapkan persoalan Iman yang mempunyai konotasi yang rapat dengan dakwah. Kemampuan seseorang itu dalam mencegah kemungkaran - salah satu dari unsur penting dalam dakwah - diukur bersama dengan tahap keimanannya kepada Allah s.w.t

UNTUK TERAKHIRNYA, TITIPAN UNTUK RENUNGAN - KEYAKINAN KITA BERSAMA

aku yakin, kita sentiasa mengharapkan agar kurang bercakap & membiarkan amal yg menjawab sgla persoalan kerna aku tahu cakap kosong itu tiada nilainya. Baik di sisi manusia mahupun di sisi Pencipta.

Aku yakin kita sentiasa mengharapkan agar amal sentiasa selari dgn apa yg di cakapkan & bukannya menjadi manisan dimulut semata kerna aku tahu bicara tnpa amal itu asbab murkaNya padaku.

Aku yakin kita sentiasa mengharap agar Islam itu diletakkan ke tempat yg patut oleh mrka yg patut kerna aku tahu bahwa Islam itu berat & tanggungjawab menegakkannya hnya boleh dipikul oleh mrka yg kuat.

Aku yakin kita sentiasa mengharapkan agar ditetapkan hati ini dijalanNya kerna aku tahu setiap pengorbanan yg dilakukan bererti kemenangan buat diri ini & juga buat agamaku, Islam yg aku cintai.

Aku yakin kita sentiasa mengharapkan agar dipertemukan & dikekalkan bersama mrka yg turut sama memahami tugas besar ini kerna aku tahu bahwa hnya mrka yg bisa menarikku di saat aku hampir tergelincir. Bisa memanduku bertemu al-Khaliq ku.

Aku yakin kita sentiasa mengharapkan agar teman2 seperjuangan agar tetap bersamaku, menggalas beban dakwah b'sama, menghirup manis ukhuwah dlm riang mahupun duka kerna aku tahu bahwa ukhuwah ini antara anugerah terindah dlm diri manusia.

Aku yakin kita sentiasa mengharapkan agar mereka yg turut bersama menggalas beban menegakkan agama ini agar bersatu hati mrka, berpadu segala usaha mrka utk menghasilkan gelombang dakwah yg dahsyat kerna aku tahu sejauh manapun perbezaan, pasti ada titik pertemuan.

Aku yakin kita akan sentiasa terus mengharap, meminta, menagih & yg seumpama dgnnya kerna aku tahu Tuhan itu Maha Mendengar sifatnya...

Namun aku tidak akan terus mengharap, meminta, menagih & yg seumpama dGNnya keRna aku tahu kita pasti mampu dgn izin yang Maha Satu.

moga DIA sentiasa REDHA....


sekian, moga bermanfaat... wallahu'alam





alfaQirah ila Allah

waznah alhamraa'
17 : 07 pm
08 april 2011






SEJENAK KITA BERSAMA AL-QURAN

Assalamu'alaikum wbt... bismillahi nabda'

Tinta ku awwali dengan persembahkan ayat-ayat cinta kalamullah …

Allah Ta’ala berfirman, mafhumnya : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

Dalam Shahih Bukhari, disebutkan riwayat dari Utsman bin Affan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, mafhumnya : “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Dalam Shahihain, disebutkan pula hadith dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, mafhumnya : “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”

Maksud dari dua pahala ini adalah salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Qur’an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.

Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan tidak lain kecuali untuk suatu tujuan yang mulia iaitu sebagai petunjuk tentang segala yang ada di kehidupan dan aturan dasar (hukum). Adapun pada saat ini, banyak diantara kita yang meninggalkan kitab yang agung ini, tidak memahami kandungannya bahkan tidak mengenalnya kecuali hanya pada saat-saat tertentu saja.

"Diantara mereka ada yang hanya membaca saat ada kematian, diantara mereka ada yang hanya menjadikannya sebagai jimat dan diantara mereka ada yang hanya mengenalnya pada saat bulan Ramadhan saja."

Memang benar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an, kita dianjurkan agar memperbanyak membaca Al Qur'an pada bulan Ramadhan. Namun tidak sepantasnya seorang muslim berpaling dari kitab yang mulia ini di luar bulan Ramadhan kerana Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjanjikan keutamaan yang begitu banyak bagi para pembacanya meskipun di luar bulan Ramadhan, dan diantaranya adalah :

1. Memperoleh kesempurnaan pahala

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, mafhumnya : "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Fathir : 29-30)

2. Syafa'at bagi pembaca Al Qur'an

Dari Abu Umamah RA, ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda , mafhumnya : "Bacalah Al Qur'an karena sesungguhnya Al qur'an itu akan datang di hari kiamat untuk mmeberi syafa'at bagi yang membacanya" (HR. Muslim)

Dan dari Abdullah bin Amru bin Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at kepada hamba kelak di hari kiamat, puasa berkata : "Ya Rabbku saya telah mencegahnya dari memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya. Dan berkata Al Qur'an :"Saya telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya, Nabu bersabda :"Maka keduanya memberikan syafa'at" (HR. Ahmad)

Oleh kerana itu dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur'an Al Karim terutama di bulan Ramadhan, kerana bulan ini merupakan bulan Al Qur'an. Para ulama As salafus Shalih bila menghadapi bulan Ramadhan mereka menyambutnya dengan membaca Al Qur'an lebih banyak dari bulan lainnya.

Mereka menyibukkan diri dengan tadarrus Al Qur'an, mempelajarinya, mengajarkannya dan qiyamul lail dengan membaca ayat-ayatnya agar mereka beruntung mendapat syafa'at dari puasa dan Al Qur'an yang mereka baca serta agar mendapatkan redha dan syurganya dari Ar Rahman.

3. Pahala yang berlipat ganda bagi orang yang membaca Al Qur'an

Dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur'an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu di lipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan " 'DE "Alif Laam Mim adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf" (HR. Tirmidzi)

4. akan di angkat derajat di Syurga

Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA dari Nabi SAW bersabda, mafhumnya : "Dikatakan kepada Ahli Al Qur'an : "Bacalah dan keraskanlah dan bacalah (dengan tartil) sebagaimana engkau membacanya di dunia, sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kau baca" (HR. Tirmidzi)

5. Belajar dan mengajarkan Al Qur'an adalah amalan yang terbaik

Dari Utsman bin Affan RA dari Nabi SAW bersabda, mafhumnya : "Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari)

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata : "Tidak diragukan lagi bahwa orang yang menggabungkan dalam dirinya dua perkara iaitu mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya, dia menyempurnakan dirinya dan orang lain, berati dia telah mengumpulkan dua manfa'at yaitu manfa'at yang pendek (kecil) dan manfa'at yang banyak, oleh kerana inilah dia lebih utama"

6. Empat Keutamaan bagi kaum yang bekumpul untuk membaca Al Qur'an

Dari Abu Hurairah RA ia berkata Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah (masjid) mereka membaca kitabullah dan saling belajar diantara mereka, kecuali Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, mereka diliputi rahmat, dinaungi malaikat dan Allah menyebut mereka pada (malaikat) yang didekatNya" (HR. Muslim)

Maka berbahagialah ahlul Qur'an dengan karunia yang agung dan kedudukan yang tinggi ini, maka sungguh sangat mengherankan orang yang masih memahami isi kandungannya bahkan bermalas-malasan bahkan berpaling dari majlis Al Qur'an.

7. Membaca Al Qur'an adalah perhiasan Ahlul Iman

Dari Abu Musa Al Asy'ari RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an itu bagaikan jeruk limau; harum baunya dan enak rasanya dan perumpamaan orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah kurma; tidak ada baunya namun enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an itu bagaikan buah raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah hanzhalah; tidak ada baunya dan pahit rasanya" (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an bererti dia telah menghilangkan salah satu sifat esensinya iaitu baik pada dzahirnya. Ini merupakan kekurangan bagi peribadi seorang muslim, yang seharusnya mampu membaca Al Qur'an, menghafalkannya dan mentadabburinya tapi justeru melalaikannya.

8. Membaca Al Qur'an tidak sebanding dengan Harta benda dunia.

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Apakah salah seorang diantara kalian senang bila pulang kepada keluarganya dengan mendapatkan tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk ?" Kamipun berkata : "Ya" Beliau bersabda : "Maka tiga ayat yang dibaca oleh seseorang diantara kalian dalam shalatnya itu lebih baik dari tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk" (HR. Muslim)

Harta yang paling dicintai orang Arab pada waktu itu adalah unta khalifat, apabila unta khalifat yang besar lagi gemuk memiliki nilai kekayaan yang besar yang diperebutkan manusia, maka sesungguhnya belajar atau membaca satu ayat dari kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih baik disisi Allah dari pada unta tersebut.

Bersegera membaca Al-Qur'an lebih banyak manfa'atnya dari pada berdesak-desakan untuk berebut-rebut harta kekayaan dunia yang akan sirna tidak meninggalkan bekas. Adapun bacaan Al Qur'an maka pahalanya tersimpan untukmu.

9. Keutamaan orang yang mahir membaca Al Qur'an

Dari Aisyah RA berkata, Rasululah SAW bersabda, mafhumnya : "Orang yang mahir Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang membaca Al Qur'an dan terbata-bata membacanya dengan mengalami kesulitan melakukan hal itu maka baginya dua pahala" (HR. Muslim)

Setelah kita mengetahui dari hadith-hadith diatas buat saudaraku semua kaum muslim yang di sayangi Allah ta'ala, bahwasanya pahala yang besar dan kedudukan yang dicapai orang yang membaca Al-Qur'an, maka tidak ada kewajiban alasan lain bagi kita semua kecuali untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an dan memahami lebih dalam isi kandungannya setiap saat. Mari kita bersama hiasi hidup seharian kita dengan amal ibadah, antaranya dengan banyak membaca dan memahami isi kandungan Al-Quran. Semoga hadirnya halaman AL-QURAN DAN TERJEMAHNYA dapat memberi manfaat, kemudahan dan senantiasa Allah Ta'ala merahmati teman-teman semua.


*artikel yang disediakan untuk sahabat2 Halaqoh Al-Quran... (^___^)

* selamat membaca, beramal dan sama2 kita merenungkannya. moga bermanfaat.


wallahu'alam


alfaQirah ila Allah : -

~ waznah alhamraa' ~

15:40 pm

03 jamadil awwal 1432H

08 april 2011

KETAKUTAN SI ADAM....

Assalamu'alaikum wbt...

*sekadar perkongsian bersama.. dari saya, untuk saya juga untuk kalian. moga bermanfaat.

Moga sentiasa bernafas dalam keikhlasan mencari keredhaanNYA diakhir tujuan setiap amalan Insya Allah. Moga juga sentisa kekal diatas jalanNya dan tidak sekali-sekali berputus asa untuk terus berjalan. Sewaktu saya menulis ini saya baru sahaja pulang dari kuliah di universiti. Dek kerana sesi lab dan kuliah kedua-duanya dibatalkan, Allah benarkan tenaga ini digunakan untuk menulis sedikit diruangan ini.

Pagi ini saya mengambil keputusan untuk menuju ke universiti lebih awal berbanding sahabat-sahabat saya. Alhamdulillah sesampainya di univeristi, sekali lagi Allah benarkan saya untuk mengerjakan solat Dhuha terlebih dahulu. Seperti kebiasaanya pada setiap kali selepas solat, seperti juga anda, serangkap demi serangkap doa saya panjatkan pada Yang Maha Esa. Cuma dihulunya ..‘1 message received’..sejenak, I got a message from my Lord. Beberapa perkara khusus berlari-lari di setiap inci otak saya. Pantas saya cuba menghilangkan buat sementara waktu dan menghabiskan ‘permintaan-permintaan’ saya pada Allah.

Selesai segalanya, lantas saya menyandarkan badan yang masih dalam kesegaran wudhu’ ini di sebuah sudut yang terpencil di surau universiti yang nyaman dan damai sekali. Beg biru yang di hantar oleh ibu dari Malaysia saya capai, isinya saya keluarkan. Sebuah buku physiology kehijauan saya selak. Helaian demi helaian, bacaan demi bacaan. Satu pun saya tidak dapat fokus. Mengapa? Sebabnya perkara tadi masih lagi berlegar-legar difikiran saya. Seakan-akan meronta-ronta untuk dikeluarkan dan diterjemahkan. Tetapi, apa?


KETAKUTAN SEORANG LELAKI!

Mungkin agak janggal bagi anda dan saya meniti mata kita dari `K’ sehingga I’` pada tajuk diatas. Tapi, inilah perkara yang bermain difikiran saya ketika itu. Saya pun tidak tahu dari mana pangkalnya dan dari mana hujungnya. Cuma yang saya tahu, ada lelaki yang sedang ketakutan disekeliling kita sedang mencari jawapan, jawapan bagi setiap soalan untuk dirinya. Sekali lagi pantas jari jemari ini berfungsi, kali ini untuk menutup helaian-helaian buku physilogy saya, ada perkara yang perlu diselesaikan..

Lelaki oh lelaki..jangan takut..Allah kan baik.

Saya teringat diwaktu dulu, ketika itu saya masih lagi kecil dan kurang mengerti selok-belok dunia ini. Hatta kini, masih juga sama. Cuma, Alhamdulillah, merentasi masa pasti juga akan merentasi suka dan duka. Syukur Allah benarkan saya belajar banyak perkara dari semua itu.

Saya insan biasa. Tetapi sukakan sesuatu yang luar biasa dalam keadaan yang biasa-biasa. Jadinya, kalau ada salah dan silap, sama-sama kita saling melengkapi. Moga Allah kira ini sebagai usaha untuk mendapatkan keredhaanNya.


Mari bermula! Dulu saya pernah bersembang dengan seorang akhi tentang cinta.Tapi, biasalah..dulu sembang-sembang sahaja. Kini, Allah bagi rezeki untuk terjemahkan balik satu-persatu, Alhamdulillah.

‘yer,memang kita perlu yakin dengan jodoh yang Allah bagi kat kita,tapi kita kena ada usaha..’
‘usaha’?
‘aah, usaha..’
‘oo00oo, usaha..'

Maka merentasi masa, saya melihat bermacam-macam usaha yang ada kat muka bumi ini, dalam mencari jodoh atau pasangan hidup.

‘Usahalah kenal dia, SMS laa’
‘Isk, apa susah..bercinta la, baru kenal..’
‘Baik tackle cepat, sebelum dia ditackle kan orang lain.melepas kau..’


Saya pun, angguk dengan pendapat-pendapat manusia, masa pun direntasi lagi.

‘Alamak, melepas laa aku dia, tak tau kenapa ‘.
‘Isk, bosannya kahwin, kalau aku tau..aku tak nak bercinta dulu..’
‘Buang masa aku jer..last-last bukan sesuai pun…'

Aih...dah bertukar dah..begitu pula jadinya....

Apa yang sahabat-sahabat boleh bayangkan dalam situasi dialog diatas? Apa yang ingin saya sampaikan? Ruang ini saya ingin memotivasikan lelaki-lelaki yang mungkin sedang dalam ketakutan dalam mengharungi hidupnya seharian (ingat, saya pun lelaki juga).


TEKNIK & TAKTIK:

1) Letakkan kenyakinan yang tinggi pada Allah swt.Usaha sebenar bukanlah terletak pd SMS, chatting, tackle menackle atau pada apa yang menjurus kepada sebuah perhubungan sebelum kahwin. Tetapi USAHA sebenar seorang lelaki adalah menahan segala-galanya dari perkara yang menjurus kepada itu. Itulah USAHA sebenarnya..

Bagaimana pula dengan hadis rasul kita, Nabi muhammad S.A.W? Dalam hadis, baginda rasulullah telah memperincikan jenis-jenis zina.

Daripada Abu Hurairah r.a katanya, Nabi S.A.W. bersabda :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan nasib anak Adam mengenai zina. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Zina mata ialah memandang. Zina lidah ialah berkata. Zina hati ialah keinginan dan syahwat,sedangkan faraj (kemaluan) hanya menuruti atau tidak menuruti’

2) Setiap lelaki inginkan wanita yang solehah untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Ketakutan lelaki akan muncul apabila bertemu dengan calon pilihannya dan risau akan kehilangannya. Dia akan berusaha untuk mendapatkan wanita tersebut dengan cara yang berbeza-beza.

Untuk yang kurang pendedahan agama : Mungkin mengambil jalan untuk bercouple (dating etc)


Untuk golongan pertengahan : Biasanya akan menggunakan ayat2 kiasan,jelling menjeling dan mungkin bercouple tapi istilah "BERCOUPLE DALAM ISLAM'’ …


Untuk golongan yang didedahkan dengan agama : Ini bahaya! Ramai juga pejuang-pejuang yang bertungkus lumus didalam agenda dakwah dan sebagainya dimata manusia, gugur di persimpangan ini. Nauzubillah min zalik. Sehingga ada yang sanggup menghadiri program tarbiyyah hanya semata hadirnya zaujah pilihan dihati. Ada juga yang menganggap diri masing-masing sebagai sahabat juang, lalu meluahkan masalah didalam perjuangan bersama-sama, sedangkan wujud jantina sejenis yang lebih afdhal? Alasan - akhawat lebih memahami?Sudahlah, syaitan lagi memahami. Astagfirullahal adzim, jauhkan lah semua ini dari kami Ya ALLAH.


Firman Allah ini sangat popular, namun ramai buat-buat tak tahu tentang kehadiran isi kandungan yang ingin disampaikan .

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Ianya adalah ‘mendekati’ , bukannya ‘melakukan’ ..Allah ingin mengajar kita supaya tidak mendekati cabang-cabang zina, walau seinci!..subhanallah.nauzubillah..ihfazna ya Rahman..


3) Lelaki punyai kekuatan, bukan pada tubuh badan. Tapi kekentalan menghadapi cabaran seorang perempuan.

Sebuah hadiht sahih: Ar rasul bersabda.. :
'Tidak aku tinggalkan fitnah paling besar dan berat kepada anak adam,melainkan perempuan'

Akhirnya kita dapat melihat bahawa setiap lelaki inginkan kebaikan dalam setiap perhubungan, mengharapkan teman hidup yang betul-betul mampu memahami. Disinilah muncul ketakutan didalam jiwa mereka sehingga menghasilkan `usaha’ yang tak diperlukan.

Ingat, sahabat-sahabat sekalian, sekiranya benar dan ikhlas tujuan kita, usaha kita yang sebenar adalah usaha menghalang segala `usaha’ yang akan menghalang kita mendapat cinta seperti cinta Rasulullah dan Khadijah.

Allah tak zalim, CINTA ITU SUCI, MAKA PELIHARALAH KESUCIANNYA. .

Di benak hati, letakkan KEYAKINAN..ikutlah cara Islam, ikutlah undang-undang tuhan, ikutlah teladan Rasulullah dan sahabat, juga salafussoleh..moga ia akan memberikan kebahagiaan di DUNIA juga AKHIRAT.

Formula : Yakin + Islam’s way = isteri @ suami solehah.. =)

Insya Allah..specific for me, but rugi kalau tidak disebar-sebarkan..kan?..manfaat bersama. Andai saya juga terleka, ingatkanlah saya..saya juga seorang lelaki..:)..

Syukran "IHFADZILLAH YAHFADZKA"..

salam ukhuwah..

terakhirnya... NIKAH!

this is the way

the only way..rite? - cara yang paling terbaik. InsyaAllah.. (^____^)



wallahu'alam


sekian...



~ waznah alhamraa' ~

alFaQirah ila Allah

01 April 2011

7 pm

BENARKAH ITU CINTA...??

menurut kalian..???

Bismillahirrahmanirrahim.

Semoga kita semua dalam keadaan sihat dalam lindungan rahmat ALLAH SWT. Alhamdulillah masih dberi nikmat bernafas di atas muka bumi ALLAH SWT ini. Semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang bersyukur..

*INGIN BERKONGSI SESUATU DENGAN SAHABAT2 PENGUNJUNG BLOG (BUAT YANG SUDI) - ketemu artikel ni dari laman web ni (http://my.opera.com/azmibhr/blog).. semoga bermanfaat (^^,)

Setiap insan memiliki hati dan setiap hati itu memiliki cinta. Hati adalah tempat bersemayamnya cinta dan bersemayamnya cinta di hati itu menjadikan kita sebagai insan. Begitulah eratnya antara Insan, Hati & Cinta. Tidak dapat dan tidak mungkin dapat dipisahkan.

Saya sering ditanya "Berdosakah apabila jatuh cinta pada seseorang?". "Alhamdulillah kamu adalah manusia normal" Itulah kebiasaannya respon pertama saya. Hati kita memang mudah jatuh cinta dan mudah pula membenci. Bahkan kadang-kadang kita sangat cintakan seseorang kemudian dialah pulalah yang paling kita benci. Kecintaan kadang-kadang menjadikan kita seperti lembu yang dicucuk hidung hingga boleh diseret kemana-mana sahaja walaupun ke lembah kehinaan dan kotor. Tetapi cinta juga boleh mengangkat kita tinggi bahkan lebih tinggi dan mulia dari malaikat. Itulah cinta, penuh dengan keajaiban.

Islam tidak pernah melarang kita untuk jatuh cinta atau dicintai. Bahkan Islam tidak pernah menggambarkan cinta itu hina dan keji sehinggalah cinta itu sendiri dikuasai nafsu dan diukur dengan nilai-nilai cetek dan sementara tanpa dihubungkan dengan nilai Iman dan kehidupan Akhirat yang kekal abadi. Bukankah cinta itu suci, sesuci embun pagi. Bukankah cinta itu mulia dan tinggi. Bukankah cinta itu datang dari kebersihan hati lalu melahirkan kemuliaan budi, kasih dan kepekaan jiwa. Benarkah itu cinta, Kalau kita semakin keji dan hina? Benarkah itu cinta? kalau kita semakin bodoh dan lupa kemuliaan diri? Benarkah itu cinta? kalau kehidupan kita hilang pedoman hingga akhirnya kita terdampar dipantai maksiat? Benarkah itu cinta? kalau kita lupa diri hingga tercampak kelembah yang hina dina? Benarkah cinta yang menjadikan kita bodoh, hina, keji dan lupa diri? Benarkah cinta yang menjadikan hati kita hitam dan kotor hingga diri kita tidak lagi 'suci'? Benarkah cinta yang menjadikan kita sesat dalam kehidupan? Benarkah cinta yang menjadikan kita lupa dari mana kita datang, untuk apa didatangkan dan kemana akhirnya kehidupan?

Benarkah itu cinta Atau nafsu yang menggoda Atau syaithan yang memperdaya Atau Iman yang yang semakin kehilangan Nyala Benarkah itu cinta Atau kejahilan yang menguasai Atau dunia yang memperdaya diri Atau kita yang buta dan lupa Buta terhadap kebenaran dan Iman Buta terhadap kemuliaan dan ketinggian Lupa terhadap syaithan yang penuh kebencian lupa terhadap nafsu yang memperdayakan insan Bukankah semua kita inginkan kemuliaan Bukankah semua kita mencari kebahagiaan Bukankah semua kita mencari 'jalan pulang' Kenapa kehinaan yang datang Kenapa tiada lagi damai dan ketenangan Kenapa kita tersesat di pertengahan jalan Kenapa kita terlupa 'jalan pulang' Benarkah itu cinta? Atau kita yang diperdaya Kehinaan di hias hingga mempersonakan Kesementaraan dinampakkan kekal Segala yang busuk terbau harum Segala yang keji ternampak indah

Benarkah itu cinta? Untuk menjawab persoalan ini memerlukan jiwa yang bersih dan iman yang benar bukan nafsu dan kejahilan. Cuba kita hitung dengan kebenaran, berapa ramai yang tewas dalam pelukan cinta sedangkan semalamnya dia adalah lelaki atau wanita mulia. Cuba kita tanyakan iman kita berapa ramai yang mendirikan rumahtangga atas dasar 'cinta pertama' dan berapa ramai yang mampu mempertahankan mahligai cinta itu hingga keakhir hayat mereka. Cuba kita buka mata hati kita dan kita lihat dunia cinta ini dengan ilmu, iman, kebenaran dan kesedaran.


Ya, benar cinta itu membahagiakan bukan memperdayakan. Kita tidak inginkan kebahagiaan yang bersifat sementara dan kebahagiaan sementara ini tak lebih dari 'kosmetik' sahaja. kita perlukan cinta bukan 'kosmetik cinta'. Kita perlukan cinta kerana kita perlukan kebahagiaan bukan kerana cinta itu sendiri. Jadi kalau ada orang yang sedang bercinta saya mohon 'teruskan percintaan anda'. Cinta itu tenang dan membahagiakan. Cinta itu menjadikan kita mulia dan tinggi. Mulia dan tinggi disisi Ar Rahman dan Ar Rahim sumber dan simbol cinta hakiki. Kalau ada yang masih belum jatuh cinta. Ayuh, carilah cinta anda kerana ianya menghidupkan hati, membuka mata dan memimpin jiwa.


Rasulullah SAW memulakan dakwahnya dengan cinta, mendokong dakwahnya berbekalkan cinta dan meninggalkan dunia ini dengan mewariskan cinta. Cinta baginda kepada Allah Ar Rahman sehingga seluruh kehidupan ini hanya untukNya. Cinta itulah yang telah memuliakan generasi pertama yang selama ini hidup dalam kebencian, teraba-raba dalam kegelapan lalu jatuh ke lembah nista dan hina. Cinta lalu hadir bersama cahaya hingga hati-hati mereka kembali hidup dan segar, keimanan berputik dan membuahkan bunga-bunga cinta lalu bunga-bunga cinta itulah yang kita perlukan kini.

Untuk kita hidup dengan rasa persaudaraan, untuk kita bina rumahtangga di atas dasar iman dan untuk kita membangunkan masyarakat yang menghayati keimanan. Bunga-bunga cinta itulah yang telah menyelamatkan generasi pertama dari kebinasaan jiwa, menyelamatkan wanitanya dari diperdagangkan lalu menjadikan mereka isteri-isteri yang mulia dan ibu-ibu yang dicintai. Lalu lahirlah generasi yang mewarisi haruman bunga cinta itu. Kalau anda sedang asyik dalam percintaan, teruskan itulah kenikmatan hidup tetapi tanyakan pada diri anda...benarkah itu cinta? (^_^)




... alfaQirah ila Allah ...
~ waznah alhamraa' ~
06 mac 2011
16.48 pm





CUKUPKAH BILA HATI SAJA BERBICARA...???

Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahu akbar…

Andai rindu ini bertatih lagi, ku harap biarlah ianya hanya untuk-Mu Al-Qayyum
jika rindu ini bisa menarik resah, tiada lain hanya padaMu aku pasrah
kira pencarian ini masih belum jua kutemui,
hanya satu ku pinta ya Allah damaikanlah hati ini
Kembara cinta ini tidak kuharap bersemi dengan serakah
Cinta untuk-Mu ya Rahman destinasi kasih yang masih belum terlaksana
Kasih yang diberi, cinta dicari tak sama dengan gerak geri…
Hasil diperolehi, kesan melakar diri, rupanya cuma bayangan duniawi
Kuntuman bunga pada kalam yang belum menjadi hakikat
Seri kelopak zahrah pada bibir yang bijak bertongkah sifat
kerutan kening.. bertaut minta bertanyakan ia..
tika resah sudah mulai menarik sepi
apa harus ku biarkan kecewa meratap pergi
moga kasih ini bisa mengikat diri
aduan bicara hati hanyalah pada-Mu
Serikanlah kebun hati ini, bukan hanya di fikirku tapi juga pada redhaMu..

Malam yang hening.. sayu.. di temani lagu “insyaAllah” versi melayu, nyanyian Maher Zain, sedikit banyak mendamaikan hati yang runsing.. resah.. namun masih bisa menghuraikan keagungan ciptaan Tuhan yang Maha Esa.. menggamitkan segala rindu yang terpendam jauh di lubuk hati. saat hati sering berbicara sendirian, ada bias mutiara mengalir perlahan di pipi. Entah, apa yang menggusarkan hati, terasa kesabaran sudah semakin hilang untuk menahan air mata dari terus menitis. kiranya masih punya kekuatan dalam diri, cukuplah bagi ku pendam segalanya sendiri. biarlah hanya DIA Yang Maha Mengetahui. Mahu saja ku biarkan hati ini diketuk bertalu-talu dengan sesuatu agar mudah ianya bicara sendiri.

“jangan habiskan air matamu dalam masa sehari.. simpanlah untuk hari esok, kerna esok masih ada untuk menangisi segala kekesalan pada-Nya. Percayalah, air mata yang mengalir kerna-Nya akan terasa sungguh indah. Jangan bersedih, siapa tahu, mungkin esok kita bisa bertemu dengan baginda saw. Dan saat itu, menangislah sepuas-puasnya dan biarkan hatimu berbicara. Adukan segala kerinduan pada-Nya. Ingat, ujian itu “hadiah” dari Allah, agar kita lebih tegar meneruskan perjuangan untuk hari-hari yang mendatang...”

Sentiasa ku berusaha untuk mengumpul kekuatan, namun akhirnya tewas dan rebah kembali ke pangkuan yang Maha Esa. Sungguh, ingatan-Nya pada hamba yang masih penuh noda dan dosa ini hebat sekali. Lalainya qolbi, mengapa sentiasa lupa pada nikmat yang sudah di beri. Semakin berusaha ku mendaki gunung cinta-Nya, semakin aku rebah sendiri. Lidah kelu dalam kelam. Aduh.. hadirlah kekuatan, demi mengemis cinta Ilahi.. sabar, senang menyebutnya, namun sukar praktikalnya. Kekuatan yang Esa jualah yang banyak membantu dalam musafir menuju cinta-Nya. Aku hanya mampu tunduk seribu makna, menyembamkan muka di tikar sejadah, menjahit segala asa yang kian tercarik, menyembah DIA yang sentiasa menemani.. di mana pun si lemah ini berada.

Maaf sahabat-sahabatku.. hanya itu yang termampu ku lafazkan saat ini. Dari hujung rambut hingga hujung kaki , buat ahli bait, mu’allim mu’allimah, teman-teman, juga untuk dia yang sentiasa di nanti.. sayunya hati ini cukuplah Dia yang tahu, cukuplah Dia juga yang me”rasai”nya.. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.. ujian yang datang bersilih ganti, tidak kira, datangnya dengan “jemputan” atau pun tidak. Ku akui, hampir semua mengatakan perkara yang sama.. percayalah teman-temanku, aku juga tidak menginginkan yang demikian,, jauh sekali meletakkan kesalahan ini di pundak kalian. Nilailah dengan nilaian apa sekali pun, tetapi, nilaian di sisi-Nya jauh terasa lebih berharga.

"enti dah banyak berubah."

“enti dah tak macam dulu…”

“enti ke yang ana kenal dua tahun yang lalu”

“enti ni… dah semakin jauh…”

masyaAllah.. Tabarakallah.. aku hanya milik-Mu ya Ilahi..

ku akui.. waznah alhamraa’ yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu, lebih banyak berdiam dan hanya tersenyum tanpa sepatah bicara, lebih banyak melihat dan mendengar tanpa memberikan respon, semakin berubah watak dan identiti…

sentiasa di asak dengan ujian dari pelbagai sudut tanpa teman yang di harapkan untuk memberi bantuan pada hati yang rawan menjadikan diri semakin berusaha untuk memencilkan diri. Bukan tidak mahu berbicara, bukan juga tidak mahu berkongsi, cukuplah hati seorang yang lemah ini yang menderita, jauh sekali merasakan kesepian seperti yang di jangka.. kerna apa?? Rasa kehambaan yang masih punya Allah yang Maha Mendengar, masih punya air mata untuk di alirkan. Asykuru Lillah …

bohonglah kiranya diri yang kerdil ini tidak memerlukan teman di sisi, barangkali masih demotivate dalam pencarian yang panjang.. ya lah, sahabat itu, bisa datang.. bisa juga pergi, persis angin yang datang menyapa lalu pergi, hilang entah ke mana. Hati yang menanggung siksanya rindu hanya hati kepada insan dho’if ini, memujuk hati sendiri, walau kalian hanya tinggal sebagai kenangan dalam hati ini.

aku yang kini semakin berubah watak sejak beberapa minggu lalu. semakin mendiam, diam dan terus mendiam. Tidak seceria sebelum ini, mungkin di wajah, tapi tidak di hati. malah sudah tidak mengharapkan sesiapa lagi untuk membantu merawat hati yang merintih. Dulu dan kini, hanya aku…yang sentiasa memujuk hati akan ada juga seseorang yang dapat memberi suntikan seperti yang pernah di rasakan suatu ketika dulu. Tapi hari ini, biarlah arus saja yang membawanya..

tidak pernah ku salahkan sesiapa, perjuangan dan kembara kalian jauh lebih mencabar. Hanya saja pesanku ukhti, selagi ruh dan jasadnya masih bersatu : "ceritalah apa pun pada saya, saya tak kisah, Cuma saya minta jangan pernah awak rasa tak ada siapa di sisi awak, insyaAllah saya berusaha untuk bersama awak. Saya tahu. awak percaya Allah sentiasa mendengar bicara awak, tapi saya nak awak juga yakin saya ada untuk awak berkongsi apa saja…"

terpujuk juga hati yang lara, walau dengan cara remeh ini. Andai saja dia terus-terusan patah semangat untuk memulakan langkah yang baru. Cukup memahami dan sangat memahami apa yang dialaminya kerana semuanya telah pun ku lalui dalam keadaan yang sangat sukar. Tiada bicara yang selayaknya untuk menggambarkan betapa di saat jatuh tersungkur kala mendengar perkhabaran tersebut. Allah juga yang memberi kekuatan dengan belas ihsan-Nya, dengan rahmat juga sifat Penyayang-Nya..

di saat hati tercari-cari dahan untuk berpaut, akhirnya ku temui seseorang yang sering menggetarkan saraf dengan ayat-ayat cinta Allah, sungguh ku pelajari sesuatu darinya yang memandang sesuatu dengan pandangan yang positif… ku akur dengan kesederhanaannya…

di kala kesepian dan keseorangan di lautan ujian, aku kembali mengintai dan mencari ayat-ayat yang di susun seindah pekerti penulisnya. Meluncur lajunya air mata bukanlah kerana sedih dengan bicaranya, sebaliknya ianya kembali mengingatkan aku pada kenangan lalu. Jauh di sudut hati, aku meluahkan segalanya... Sampai masanya kita akan pergi jua!!!

sakitnya merindui… merindui bagai si pungguk merindukan bulan. Ku teruskan langkah kaki, perjalanan harian seperti tiada apa yang berlaku walau jauh di sudut hati seakan membarah perasaan rindu pada sahabat-sahabat. Aku merindui tarbiyyah itu, usikan dan senyuman kalian. Sungguh aku tidak pernah mengharap akan ada yang memahami gelora yang melanda di jiwa. Tiada siapa yang lebih bijak memujuk hati melainkan kita sendiri yang memujuknya dengan ayat-ayat cinta Ilahi.

pengalaman lalu menjadikan diri takut untuk membiarkan sahabat yang rawan duduk bersendirian. Berusahanya dalam kekalutan menyusun ayat untuk memujuk hatinya kerana ia adalah peluang keemasan untuk memujuk hati sendiri. Hati yang dibiarkan terlalu lama dalam keadaan luka membuatkan aku hilang ayat untuk mengharap, cukuplah… terlalu banyak masa yang sudah berlalu. Biarlah aku bukakan peluang untuk diri sendiri yang merawatnya. Ku biarkan Allah membelai hati ini dengan ayat-ayat Nya…

syukran kathira pada sahabat yang sejak akhir-akhir ini sering merelakan dirinya menjadi mangsa untuk aku melempiaskan bicara dan tangisan, moga Allah memberkatimu, sahabat. Syukran kathira juga pada sahabat yang menerbangkan hadiah dari ummu ad-Dunya di samping sentiasa mendoakan diriku, moga Allah membalas dengan sebaik-baik pembalasan.

syukran kathira juga pada mereka yang meninggalkan diriku terkapai-kapai sendirian di lautan ini, betapa ianya mengajar diri yang hina ini agar bergantung terus pada Allah Yang Maha Kuasa, sungguh Dialah Pelindung yang TERBAIK untuk hamba-hambaNya. untuk semua yang sentiasa mengkritik tanpa memikirkan perasaan ini, menjadikan diri semakin tegar dan lali dengan keadaan ini.

Terima kasih ya Allah kerana sentiasa merencanakan hanya yang TERBAIK pada hamba-hamba Mu yang lalai dengan nikmat yang Kau berikan. Jangan pesongkan hati-hati kami setelah Kau beri hidayah.


ku sedari hakikat.. Allah yang beri ujian, biar Dia memujuk dengan cara dan kehendak-Nya

bila hati ku mula berbicara, maaf.. akan tiada lagi bisa menghalanginya

moga kalian sentiasa dilindungi juga dilimpahi Rahmat Ilahi

sejuta kemaafan andai aku bukan sahabat terbaik

kerna aku hanyalah si hamba yang lemah…

ya Ilahi… bantulah hamba Mu ini yang kian terumbang ambing di dalam arus duniawi, kepada Mu aku memohon limpahkan rahmat Mu, biarkanlah mentari hidup ku kan bersinar kembali...




al-faQirah ila Allah

~ waznah alhamraa’~

29 rabi’ul awwal 1432H

04 Mac 2011