
MANAJMEN DAKWAH KITA

SEJENAK KITA BERSAMA AL-QURAN
Assalamu'alaikum wbt... bismillahi nabda'
Tinta ku awwali dengan persembahkan ayat-ayat cinta kalamullah …
Allah Ta’ala berfirman, mafhumnya : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)
Dalam Shahih Bukhari, disebutkan riwayat dari Utsman bin Affan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, mafhumnya : “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Dalam Shahihain, disebutkan pula hadith dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, mafhumnya : “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”
Maksud dari dua pahala ini adalah salah satunya merupakan balasan dari membaca Al-Qur’an itu sendiri, sedangkan yang kedua adalah atas kesusahan dan keberatan yang dirasakan oleh pembacanya.
Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan tidak lain kecuali untuk suatu tujuan yang mulia iaitu sebagai petunjuk tentang segala yang ada di kehidupan dan aturan dasar (hukum). Adapun pada saat ini, banyak diantara kita yang meninggalkan kitab yang agung ini, tidak memahami kandungannya bahkan tidak mengenalnya kecuali hanya pada saat-saat tertentu saja.
"Diantara mereka ada yang hanya membaca saat ada kematian, diantara mereka ada yang hanya menjadikannya sebagai jimat dan diantara mereka ada yang hanya mengenalnya pada saat bulan Ramadhan saja."
Memang benar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur'an, kita dianjurkan agar memperbanyak membaca Al Qur'an pada bulan Ramadhan. Namun tidak sepantasnya seorang muslim berpaling dari kitab yang mulia ini di luar bulan Ramadhan kerana Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjanjikan keutamaan yang begitu banyak bagi para pembacanya meskipun di luar bulan Ramadhan, dan diantaranya adalah :
1. Memperoleh kesempurnaan pahala
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, mafhumnya : "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Fathir : 29-30)
2. Syafa'at bagi pembaca Al Qur'an
Dari Abu Umamah RA, ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda , mafhumnya : "Bacalah Al Qur'an karena sesungguhnya Al qur'an itu akan datang di hari kiamat untuk mmeberi syafa'at bagi yang membacanya" (HR. Muslim)
Dan dari Abdullah bin Amru bin Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at kepada hamba kelak di hari kiamat, puasa berkata : "Ya Rabbku saya telah mencegahnya dari memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya. Dan berkata Al Qur'an :"Saya telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya, Nabu bersabda :"Maka keduanya memberikan syafa'at" (HR. Ahmad)
Oleh kerana itu dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur'an Al Karim terutama di bulan Ramadhan, kerana bulan ini merupakan bulan Al Qur'an. Para ulama As salafus Shalih bila menghadapi bulan Ramadhan mereka menyambutnya dengan membaca Al Qur'an lebih banyak dari bulan lainnya.
Mereka menyibukkan diri dengan tadarrus Al Qur'an, mempelajarinya, mengajarkannya dan qiyamul lail dengan membaca ayat-ayatnya agar mereka beruntung mendapat syafa'at dari puasa dan Al Qur'an yang mereka baca serta agar mendapatkan redha dan syurganya dari Ar Rahman.
3. Pahala yang berlipat ganda bagi orang yang membaca Al Qur'an
Dari Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur'an) maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu di lipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan " 'DE "Alif Laam Mim adalah satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf" (HR. Tirmidzi)
4. akan di angkat derajat di Syurga
Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA dari Nabi SAW bersabda, mafhumnya : "Dikatakan kepada Ahli Al Qur'an : "Bacalah dan keraskanlah dan bacalah (dengan tartil) sebagaimana engkau membacanya di dunia, sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kau baca" (HR. Tirmidzi)
5. Belajar dan mengajarkan Al Qur'an adalah amalan yang terbaik
Dari Utsman bin Affan RA dari Nabi SAW bersabda, mafhumnya : "Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari)
Al Hafizh Ibnu Hajar berkata : "Tidak diragukan lagi bahwa orang yang menggabungkan dalam dirinya dua perkara iaitu mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya, dia menyempurnakan dirinya dan orang lain, berati dia telah mengumpulkan dua manfa'at yaitu manfa'at yang pendek (kecil) dan manfa'at yang banyak, oleh kerana inilah dia lebih utama"
6. Empat Keutamaan bagi kaum yang bekumpul untuk membaca Al Qur'an
Dari Abu Hurairah RA ia berkata Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah (masjid) mereka membaca kitabullah dan saling belajar diantara mereka, kecuali Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, mereka diliputi rahmat, dinaungi malaikat dan Allah menyebut mereka pada (malaikat) yang didekatNya" (HR. Muslim)
Maka berbahagialah ahlul Qur'an dengan karunia yang agung dan kedudukan yang tinggi ini, maka sungguh sangat mengherankan orang yang masih memahami isi kandungannya bahkan bermalas-malasan bahkan berpaling dari majlis Al Qur'an.
7. Membaca Al Qur'an adalah perhiasan Ahlul Iman
Dari Abu Musa Al Asy'ari RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an itu bagaikan jeruk limau; harum baunya dan enak rasanya dan perumpamaan orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah kurma; tidak ada baunya namun enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an itu bagaikan buah raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah hanzhalah; tidak ada baunya dan pahit rasanya" (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an bererti dia telah menghilangkan salah satu sifat esensinya iaitu baik pada dzahirnya. Ini merupakan kekurangan bagi peribadi seorang muslim, yang seharusnya mampu membaca Al Qur'an, menghafalkannya dan mentadabburinya tapi justeru melalaikannya.
8. Membaca Al Qur'an tidak sebanding dengan Harta benda dunia.
Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, mafhumnya : "Apakah salah seorang diantara kalian senang bila pulang kepada keluarganya dengan mendapatkan tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk ?" Kamipun berkata : "Ya" Beliau bersabda : "Maka tiga ayat yang dibaca oleh seseorang diantara kalian dalam shalatnya itu lebih baik dari tiga ekor unta khalifat yang gemuk-gemuk" (HR. Muslim)
Harta yang paling dicintai orang Arab pada waktu itu adalah unta khalifat, apabila unta khalifat yang besar lagi gemuk memiliki nilai kekayaan yang besar yang diperebutkan manusia, maka sesungguhnya belajar atau membaca satu ayat dari kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih baik disisi Allah dari pada unta tersebut.
Bersegera membaca Al-Qur'an lebih banyak manfa'atnya dari pada berdesak-desakan untuk berebut-rebut harta kekayaan dunia yang akan sirna tidak meninggalkan bekas. Adapun bacaan Al Qur'an maka pahalanya tersimpan untukmu.
9. Keutamaan orang yang mahir membaca Al Qur'an
Dari Aisyah RA berkata, Rasululah SAW bersabda, mafhumnya : "Orang yang mahir Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik dan orang yang membaca Al Qur'an dan terbata-bata membacanya dengan mengalami kesulitan melakukan hal itu maka baginya dua pahala" (HR. Muslim)
Setelah kita mengetahui dari hadith-hadith diatas buat saudaraku semua kaum muslim yang di sayangi Allah ta'ala, bahwasanya pahala yang besar dan kedudukan yang dicapai orang yang membaca Al-Qur'an, maka tidak ada kewajiban alasan lain bagi kita semua kecuali untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an dan memahami lebih dalam isi kandungannya setiap saat. Mari kita bersama hiasi hidup seharian kita dengan amal ibadah, antaranya dengan banyak membaca dan memahami isi kandungan Al-Quran. Semoga hadirnya halaman AL-QURAN DAN TERJEMAHNYA dapat memberi manfaat, kemudahan dan senantiasa Allah Ta'ala merahmati teman-teman semua.
*artikel yang disediakan untuk sahabat2 Halaqoh Al-Quran... (^___^)
* selamat membaca, beramal dan sama2 kita merenungkannya. moga bermanfaat.
wallahu'alam
alfaQirah ila Allah : -
~ waznah alhamraa' ~
15:40 pm
03 jamadil awwal 1432H
08 april 2011
KETAKUTAN SI ADAM....
Assalamu'alaikum wbt...
*sekadar perkongsian bersama.. dari saya, untuk saya juga untuk kalian. moga bermanfaat.
Moga sentiasa bernafas dalam keikhlasan mencari keredhaanNYA diakhir tujuan setiap amalan Insya Allah. Moga juga sentisa kekal diatas jalanNya dan tidak sekali-sekali berputus asa untuk terus berjalan. Sewaktu saya menulis ini saya baru sahaja pulang dari kuliah di universiti. Dek kerana sesi lab dan kuliah kedua-duanya dibatalkan, Allah benarkan tenaga ini digunakan untuk menulis sedikit diruangan ini.
Lelaki oh lelaki..jangan takut..Allah kan baik.
Saya teringat diwaktu dulu, ketika itu saya masih lagi kecil dan kurang mengerti selok-belok dunia ini. Hatta kini, masih juga sama. Cuma, Alhamdulillah, merentasi masa pasti juga akan merentasi suka dan duka. Syukur Allah benarkan saya belajar banyak perkara dari semua itu.
Aih...dah bertukar dah..begitu pula jadinya....
2) Setiap lelaki inginkan wanita yang solehah untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Ketakutan lelaki akan muncul apabila bertemu dengan calon pilihannya dan risau akan kehilangannya. Dia akan berusaha untuk mendapatkan wanita tersebut dengan cara yang berbeza-beza.
Untuk yang kurang pendedahan agama : Mungkin mengambil jalan untuk bercouple (dating etc)
Untuk golongan pertengahan : Biasanya akan menggunakan ayat2 kiasan,jelling menjeling dan mungkin bercouple tapi istilah "BERCOUPLE DALAM ISLAM'’ …
Untuk golongan yang didedahkan dengan agama : Ini bahaya! Ramai juga pejuang-pejuang yang bertungkus lumus didalam agenda dakwah dan sebagainya dimata manusia, gugur di persimpangan ini. Nauzubillah min zalik. Sehingga ada yang sanggup menghadiri program tarbiyyah hanya semata hadirnya zaujah pilihan dihati. Ada juga yang menganggap diri masing-masing sebagai sahabat juang, lalu meluahkan masalah didalam perjuangan bersama-sama, sedangkan wujud jantina sejenis yang lebih afdhal? Alasan - akhawat lebih memahami?Sudahlah, syaitan lagi memahami. Astagfirullahal adzim, jauhkan lah semua ini dari kami Ya ALLAH.
Akhirnya kita dapat melihat bahawa setiap lelaki inginkan kebaikan dalam setiap perhubungan, mengharapkan teman hidup yang betul-betul mampu memahami. Disinilah muncul ketakutan didalam jiwa mereka sehingga menghasilkan `usaha’ yang tak diperlukan.
Ingat, sahabat-sahabat sekalian, sekiranya benar dan ikhlas tujuan kita, usaha kita yang sebenar adalah usaha menghalang segala `usaha’ yang akan menghalang kita mendapat cinta seperti cinta Rasulullah dan Khadijah.
Formula : Yakin + Islam’s way = isteri @ suami solehah.. =)
Insya Allah..specific for me, but rugi kalau tidak disebar-sebarkan..kan?..manfaat bersama. Andai saya juga terleka, ingatkanlah saya..saya juga seorang lelaki..:)..
Syukran "IHFADZILLAH YAHFADZKA"..
this is the way
the only way..rite? - cara yang paling terbaik. InsyaAllah.. (^____^)
wallahu'alam
sekian...
~ waznah alhamraa' ~
alFaQirah ila Allah
01 April 2011
7 pm
BENARKAH ITU CINTA...??
Benarkah itu cinta Atau nafsu yang menggoda Atau syaithan yang memperdaya Atau Iman yang yang semakin kehilangan Nyala Benarkah itu cinta Atau kejahilan yang menguasai Atau dunia yang memperdaya diri Atau kita yang buta dan lupa Buta terhadap kebenaran dan Iman Buta terhadap kemuliaan dan ketinggian Lupa terhadap syaithan yang penuh kebencian lupa terhadap nafsu yang memperdayakan insan Bukankah semua kita inginkan kemuliaan Bukankah semua kita mencari kebahagiaan Bukankah semua kita mencari 'jalan pulang' Kenapa kehinaan yang datang Kenapa tiada lagi damai dan ketenangan Kenapa kita tersesat di pertengahan jalan Kenapa kita terlupa 'jalan pulang' Benarkah itu cinta? Atau kita yang diperdaya Kehinaan di hias hingga mempersonakan Kesementaraan dinampakkan kekal Segala yang busuk terbau harum Segala yang keji ternampak indah


CUKUPKAH BILA HATI SAJA BERBICARA...???
Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahu akbar…
Malam yang hening.. sayu.. di temani lagu “insyaAllah” versi melayu, nyanyian Maher Zain, sedikit banyak mendamaikan hati yang runsing.. resah.. namun masih bisa menghuraikan keagungan ciptaan Tuhan yang Maha Esa.. menggamitkan segala rindu yang terpendam jauh di lubuk hati. saat hati sering berbicara sendirian, ada bias mutiara mengalir perlahan di pipi. Entah, apa yang menggusarkan hati, terasa kesabaran sudah semakin hilang untuk menahan air mata dari terus menitis. kiranya masih punya kekuatan dalam diri, cukuplah bagi ku pendam segalanya sendiri. biarlah hanya DIA Yang Maha Mengetahui. Mahu saja ku biarkan hati ini diketuk bertalu-talu dengan sesuatu agar mudah ianya bicara sendiri.
“jangan habiskan air matamu dalam masa sehari.. simpanlah untuk hari esok, kerna esok masih ada untuk menangisi segala kekesalan pada-Nya. Percayalah, air mata yang mengalir kerna-Nya akan terasa sungguh indah. Jangan bersedih, siapa tahu, mungkin esok kita bisa bertemu dengan baginda saw. Dan saat itu, menangislah sepuas-puasnya dan biarkan hatimu berbicara. Adukan segala kerinduan pada-Nya. Ingat, ujian itu “hadiah” dari Allah, agar kita lebih tegar meneruskan perjuangan untuk hari-hari yang mendatang...”
Sentiasa ku berusaha untuk mengumpul kekuatan, namun akhirnya tewas dan rebah kembali ke pangkuan yang Maha Esa. Sungguh, ingatan-Nya pada hamba yang masih penuh noda dan dosa ini hebat sekali. Lalainya qolbi, mengapa sentiasa lupa pada nikmat yang sudah di beri. Semakin berusaha ku mendaki gunung cinta-Nya, semakin aku rebah sendiri. Lidah kelu dalam kelam. Aduh.. hadirlah kekuatan, demi mengemis cinta Ilahi.. sabar, senang menyebutnya, namun sukar praktikalnya. Kekuatan yang Esa jualah yang banyak membantu dalam musafir menuju cinta-Nya. Aku hanya mampu tunduk seribu makna, menyembamkan muka di tikar sejadah, menjahit segala asa yang kian tercarik, menyembah DIA yang sentiasa menemani.. di mana pun si lemah ini berada.
“enti dah tak macam dulu…”
“enti ke yang ana kenal dua tahun yang lalu”
“enti ni… dah semakin jauh…”
masyaAllah.. Tabarakallah.. aku hanya milik-Mu ya Ilahi..
moga kalian sentiasa dilindungi juga dilimpahi Rahmat Ilahi
sejuta kemaafan andai aku bukan sahabat terbaik
kerna aku hanyalah si hamba yang lemah…
al-faQirah ila Allah
~ waznah alhamraa’~
29 rabi’ul awwal 1432H
04 Mac 2011