SAKIT ITU ADA HIKMAHNYA

Dengan Asmaa’ullah yang Maha Agung, ku mulakan tinta dengan idzin yang Maha Kuasa..

Kalam cinta dari taman al-Quran, kata Allah, mafhumnya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157)

Sepi malam, bertemankan alunan dzikir-dzikir indah, kalamullah.. penyejuk hati di kala gundah dan resah, syifaa’ul qolbi di saat sakit dan patahnya hati. Mata masih segar, seperti tidak ada tanda2 mahu me”rehat”kannya, namun, untuk memenuhi syarat menemui Kekasih ku Ilahi disepertiga malam nanti, insyaAllah, mata yang kecil ini akan dilelapkan juga. =)

Mujahidah solehah (roommate) saya sudah terbuai dalam mimpi indahnya, mimpikan “kekasih hati” yang belum ditemui katanya. Kasihan, penat barangkali, merawat saya sehari suntuk, melayan karenah waznah alhamraa’ yang mengalami demam panas. Hampir setengah hari tidak sedarkan diri.. lemah.. hanya DIA yang Tahu betapa sakitnya. Allahu Robbi, syukran sahabat, hanya Allah yang mampu membalas kasih sayangmu..

“kalau kakak tahu, kakak yang akan gantikan tempatnya semalam”- kata kakak..

Sebak rasanya.. naluri seorang kakak, sepertinya seorang ibu kepada kami semua, warga RB. Demam melanda diri, setelah meredah tangisan langit Ilahi, dalam perjalanan pulang ke jannatuna baituna daieman fi qolbi semalam. Siapa sangka, semuanya dalam catatan takdir Maha Mengetahui, paginya saya rasa sihat wal’afiat saja, malamnya badan sudah terasa sakit2 dan lemah. Ingin saja saya menangis, tetapi tidak mahu kalah dengan sifat manjanya diri. Di saat itu juga, perasaan rindu kepada usrah yang jauh dari diri, mencengkam sanubari. Allah.. ku titip salam cinta dan sayang dari jauh, buat mereka yang tercinta.

“Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia dibawah sinar matahari. Dan inipun hanya kira-kira, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini” ( Ibn Qoyyim - Syifa-ul Alil fi Masail Qadha wal Qadar wa Hikmah wa Ta’lil hal 452).

HIKMAH TERSEMBUNYI DARI RASA SAKIT

Mungkin saya terleka seketika.. disebalik rasa sakit itu, ada hikmah terpenting yang tersembunyi. Itulah manusia, kadang-kala tidak bersyukur dengan anugerah dari Ilahi. Acapkali bila sakit menimpa diri, mulalah berkeluh kesah, bahkan mungkin lebih parah apabila meratapi nasib dan berburuk sangka dengan takdir. Wal’iyadzubillah, moga Allah terus menerus melindungi dari perbuatan semacam itu. Padahal apabila mereka mengetahui hikmah dibalik semua itu, insyaAllah, sakit itu akan terasa ringan disebabkan banyaknya rahmat dan kasih sayang dari Allah Ta’ala.Sakit itu satu nikmat. Ya.. nikmat di mana dosa-dosa si hamba terhapus, insyaAllah..

Duhai diri yang merindui Maghfirah Ilahi…

Sakitnya dirimu kini.. kerna itu adalah penawar kepada dosa-dosa mu yang sudah berlalu pergi. Sabar.. sabar.. dan teruslah bersabar. Sakit itu dari Allah, penawarnya juga dari Allah. Sakit itu musibah, musibah yang Allah turunkan, tanda DIA cinta dan sayangkan dirimu. Allah melindungi imanmu dari terus lalai melakukan dan menambahkan dosa.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”. (HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).

“Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”. (HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jami’is Shoghir no.1870).

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).

“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821).

“Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575).

Teladanilah sikap para sahabat, bagaimana mereka sekiranya tidak ditimpa sakit dalam jarak masa yang lama, mereka akan gelisah dan tertanya2 adakah Allah s.w.t. sudah tidak mengasihi mereka. Sebabnya mereka faham akan hakikat bahawa seorang manusia apabila menyukai seorang yang lain, maka beliau akan berusaha untuk menyenangkan hatinya. Sedangkan Allah, apabila menyukai seseorang hamba, maka akan diujinya hamba itu mengikut tahap cintanya. Sebab itu ujian yang paling berat diterima adalah daripada kalangan Nabi dan Rasul.

Saya kongsikan sebuah kisah…

Disebutkan dalam sebuah hadith, ada diceritakan bahawa Rasulullah S.A.W pernah mengemukakan pertanyaan kepada para sahabat: "Siapakah di kalangan kamu yang suka sentiasa sihat tanpa sakit?"

Jawab para sahabat: "Kesemua kami."

Baginda bertanya lagi: "Adakah kamu suka menjadi seperti keldai liar yang mengganas? Tidakkah kamu suka menjadi orang yang ditimpa bala dan orang yang mendapat penghapusan dosa? Demi diriku di bawah kekuasaanNya, sesungguhnya Allah pasti menguji orang mukmin dengan bala dan apa yang diuji itu tidak lain melainkan untuk memuliakannya."

Sabda Rasulullah S.A.W lagi yang bermaksud: "Sesungguhnya orang yang sakit itu mengerangnya adalah tasbih, jeritan dan tidurnya adalah ibadah, nafasnya adalah sedekah dan berbalik-balik ke kiri dan kanan itu adalah memerangi musuh, iaitu sama pada pahalanya."

Dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menyatakan, ada sebuah hadith yang bermaksud: "Sesungguhnya Allah S.W.T mengutuskan kepada seorang yang sakit itu dua malaikat untuk melihat apa yang dikatakannya kepada pengunjungnya. Sekiranya dia mengucapkan tahmid dan pujian kepada Allah, Allah berfirman: "Bagi hambaKu, sekiranya Aku mematikannya nescaya Aku memasukkannya ke dalam syurga. Dan sekiranya Aku menyembuhkan nya nescaya Aku menggantikan daging badannya yang lebih baik daripada sebelum ini, darah yang lebih baik daripada darahnya serta Aku hapuskan kejahatannya. Kelebihan Allah lebih luas daripada semua itu."

SATU PERINGATAN : NIKMAT SIHAT TIDAK DISYUKURI

Nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita, tidaklah terhitung banyaknya. Bahkan kalau kita mencuba melakukan hitungan itu, tidak akan kita mampu kerna banyaknya. “Dan jika kamu (mencoba) menghitung (nikmat Allah), pastilah tidak akan mampu melakukannya,” demikian firman-Nya dalam al-Quran

Antara lima itu ialah hargai nikmat sihat sebelum hadirnya nikmat sakit.. =)

Sabda Rasulullah SAW, Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesihatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari, no: 5933)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Kenikmatan adalah keadaan yang baik, ada yang mengatakan kenikmatan adalah manfaat yang dilakukan dengan bentuk melakukan kebaikan untuk orang lain”. (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, penjelasan hadits no: 5933)

Ulasan dari Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Kadang-kadang manusia itu sihat, tetapi dia tidak longgar, kerana kesibukannya dengan penghidupan. Dan kadang-kadang manusia itu cukup (kebutuhannya), tetapi dia tidak sihat. Maka jika keduanya terkumpul, lalu dia dikalahkan oleh kemalasan melakukan kataatan, maka dia adalah orang yang tertipu. Kesempurnaan itu adalah bahwa dunia merupakan ladang akhirat, di dunia ini terdapat perdagangan yang keuntungannya akan nampak di akhirat.

Maka barangsiapa menggunakan waktu luangnya dan kesihatannya di dalam ketaatan kepada Allah, maka dia adalah orang yang pantas diirikan. Dan barangsiapa menggunakan keduanya di dalam maksiat kepada Allah, maka dia adalah orang yang tertipu. Kerana waktu luang akan diikuti oleh kesibukan, dan kesihatan akan diikuti oleh sakit, jika tidak terjadi maka masa tua.

Sebagaimana dikatakan orang “Panjangnya keselamatan (kesihatan) dan tetap tinggal (di dunia) menyenangkan pemuda. Namun bagaimanakah engkau lihat panjangnya keselamatan (kesihatan) akan berbuat? Akan mengembalikan seorang pemuda menjadi kesusahan jika menginginkan berdiri dan mengangkat (barang), setelah (sebelumnya di waktu muda) tegak dan sehat”. (Fathul Bari)

Selagi nyawa masih bersatu dengan jasad nan satu, bersyukurlah.. bersyukurlah.. bersyukurlah. Percayalah, apabila kita selalu bersyukur, maka kita akan tenggelam dalam setiap nikmat yang Allah berikan dengan penuh keredhaan. Meskipun sedikit, insyaAllah, ianya akan penuh barakah.

Pesan Imam Ghazali, syukur itu tersusun dari tiga hal, iaitu ilmu, hal (keadaan), dan amal (perbuatan). Ilmunya ialah dengan menyedari bahwa kenikmatan yang diterimanya itu semata-mata dari Allah Swt. Keadaannya adalah menyatakan kegembiraan kerna memperoleh kenikmatan. Amalnya adalah menunaikan sesuatu yang sudah pasti menjadi tujuan serta yang dicintai oleh Allah Swt yang memberi kenikmatan itu untuk dilaksanakan.

Sakit itu merupakan pintu yang akan membukakan kesedaran seorang hamba bahwasanya dia sangat membutuhkan Allah Azza wa Jalla. Tidak sesaatpun melainkan dia butuh kepada-Nya, sehingga dia akan selalu tergantung kepada Robb-nya. Dan pada akhirnya dia akan senantiasa mengikhlaskan dan menyerahkan segala bentuk ibadah, doa, hidup dan matinya, hanyalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata

Renungi dan redhalah terhadap ketentuan Allah. Pasti tersingkap hikmah yang tersembunyi di sebalik setiap ujian-Nya. Bersabarlah duhai hati. Moga kita menjadi hamba yang Redha dan diredhai-Nya.

p/s : “serikandi perindu syurga Ilahi kena kuat.. bersabarlah, tenanglah dengan ujian sakit yang Allah berikan” – syukran akh mujahid atas taujihatnya =)

sekian…

al-FaQirah ila Rabbi :

~ waznah alhamraa’~

10 oktober 2011

2:56 AM

Post a Comment