... TERIMALAH DA'IE INI SEADANYA ...

..... dari coretan seorang hamba yang kerdil lagi hina di sisi Tuhannya ....

memulakan langkah memang memeritkan... bertatih.. jatuh.. lalu bangun semula...
kadang-kadang tanpa bantuan tangan yang menghulur...
terasa diri seperti mengembara... musafir menuju Ilahi sendirian...
namun siapakah yang tidak mengimpikan Syurga Idaman...
sedangkan diri sendiri tidak tahan pada ujian...
terasa diri benar-benar kerdil tika saja menghitungkan keringat yang gugur...
bersama titisan air mata kecewa...
namun aku sedar... rupanya masih ada sedikit cinta dan kasih yang di padu...
mekar dan indah dalam jambangan setia pada sebuah perjuangan Islam...


tika sepi menjadi teman setia setiap hari, ketika rindu sudah menggamit rasa di hati, secara langsungnya lahirnya bait-bait sepi menghiasi jiwa seorang hamba, bukanlah untuk menagih simpati, bukan juga untuk membangga diri, tetapi mungkin untuk melahirkan kekesalan yang sudah terbuku di relung hati sejak sekian lama, hanya DIA yang Maha Mengetahuinya, mana kan tidak, setiap detik nadi dan jantungku berdegup, DIA turut bersamaku...

ya Allah, sakitkah aku?? jika benar, sakit apakah?? rindukah?? Allah.. rindunya.. kuatkanlah aku ya Allah, thabatkanlah aku dalam jalan juangku menuju RedhaMu, sungguh musafir menujuMu masih panjang, sekiranya Kau menginginkan seperti itu. pinjamkanlah aku kekuatanMu untuk meneruskan langkahan, walaupun perlahan, menghadapi mehnah yang membadai, kerna aku hanya hamba juga khalifah taklifanMu....

Rindu pada umi abuya juga adik-beradik yang lain, namun yang paling di rindui si cilik kecil, 'ammar naqiuddeen, entah apa khabarnya 'ammar sekarang? khabar dari umi mengatakan semenjak dari kembalinya mak cu ke tempat belajar, 'ammar seringkali demam.. rindukah 'ammar? sungguh aku juga merinduinya.. Allah lindungilah mereka dan Engkau limpahkanlah Rahmat Mu ke atas mereka..

segala kekusutan ku pendam sarat jauh di ruangan hati yang paling dalam. apa rindu yang semakin memuncak hanya ingin menutupi rasa kecewa juga sesal?? setelah di timbang2, akhirnya keputusan yang ku leraikan sendirian ku muktamadkan. noktah! walau aku sendiri kurang yakin, apakah itu adalah jawapan pada istikhorahku?? apa benar aku sudah memilih untuk tidak bersama mereka?? kesan dari beberapa kali terluka dengan sikap sebahagian mereka?? " sekarang bukannya masa untuk terasa hati" - ya, ini sememangnya bukan masa yang sesuai untuk membahaskannya, kerna ummah menantikan kita!! kepentingan jamaher lebih utama daripada kepentingan terasa hati diri sendiri..sungguh, salah diri aku akui, kerap kali berusaha untuk tidak menyertai mereka, tetapi berusaha menyibukkan diri di luar, namun itu bukanlah bermakna, aku ingin lari jauh dari perjuangan. Sungguh aku punya alasan tersendiri.. kerna berjuang di jalan Allah adalah jalan yang sudah aku pilih sejak sekian lama, kerna dari perjuangan yang Allah tetapkan itulah adalah sebagai wasilah untukku membantu agamaNya..

bukan mencari salah sesiapa, pernah beberapakali terserempak dengan mereka, niat hati memang rindu untuk bertegur sapa, bergurau senda, , muka yang tawar dimaniskan, namun segala-galanya hampa, rindu hanya tinggal rindu, keinginan hanya tinggal keinginan. terlukanya hati bila saja ada yang memalingkan muka, sekuntun senyuman yang di nantikan langsung tidak kelihatan. salahkah aku??? lantas, berdiam diri memendam rasa menjadi pegangan sementara.

Pernah beberapa kali terserempak dengan mereka. prasangka buruk ku buang jauh-jauh. mungkin kerna sudah lama tidak bertemu, mengambil kos yang sama pun, namun tetap berlainan kelas, ataukah kerna aku seringkali bersama teman-teman yang sefikrah namun mengalami perkara yang sama sepertiku?? namun percayalah.. yang pastinya, aku tetap memilih wasilah yang sama, walau jarang bersama, namun tidak pernah berubah. Harapan yang semakin menggunung tinggi, ingin saja melihat setiap dari kita yang berlainan fikrah bersatu, berganding bahu, saling bahu-membahu, memperjuangkan agama di sisi Robbuna, ISLAM... tidak akan timbul soal perasaan tidak selesa, semangat ta'sub juga assobiyah pada jama'ah masing-masing. apa kita lupa, darjat dan status kita tetap sama di sisi Allah, hamba dan khalifahNya.

ku sedari hakikat, bahawa perjuangan itu harus ku teruskan, walaupun saat ini, aku sendirian. bukan tidak pernah ku ajukan soalan : " memang susahkah nak bergerak seorang diri " - jawapan negatif lebih banyak ku terima berbanding jawapan yang positif, apakah da'wah sendirian itu benar-benar kurang mendatangkan hasil??? ... buntu.. kelam dangan persoalan yang di ajukan sendiri... matlamat kita tetap sama, namun setiap dari kita punya wasilah tersendiri dalam merealisasikan matlamat perjuangan kita. tetapi aku tidak bersendirian sebenarnya kerna aku ada Allah bersamaku.. aku juga punya agenda ku tersendiri, insyaAllah.

langkahan ini ku teruskan sebagai seorang da'ie, melalui liku-liku kehidupan yang penuh mencabar, walau pun terkadang aku rebah ke dalam lumpuran noda. ku mohon terimalah aku sebagai da'ie seadanya. jangan menjadikan ujian yang datang bertimpa-timpa sebagai alasan untuk melunturkan semangat juang.. andai kita semua rebah, siapakah lagi yang akan meneruskan perjuangan Rasulullah SAW, yakinlah, kita adalah generasi yang sentiasa di nantikan untuk membantu menyelesaikan masalah ummah! perjuangan ini sentiasa berterusan dan takkan pernah mati!!!

_ terkadang diri tersadung sendiri, walau hakikatnya masih ada insan lain berdiri di sisi.. adakah masih ada rindu untuk meneruskan perjuangan bersama? biarkanlah, tenanglah wahai hati, usah bersedih pada yang tidak peduli. kerna masih ada insan yang memahami dan menanti, dan terus menanti untuk meneruskan perjuangan bersama, kerna pintu perjuangan itu sentiasa terbuka untuk seorang da'ie _

_ sedih apabila terasa diri bersendirian, walau sebenarnya masih ada yang sudi menjadi teman,namunlah siapalah aku di pandangan Tuhan, andai aku bisa melontarkan kata-kataku pada mereka yang ku harapkan, namun semua itu hanyalah angan-angan, biarlah tangisan ku tenggelam di sisi sang Pencipta, kerna hanya DIA lah tempatku meletak segala harapan _

.... senyum itu sedekah, senyum itu penawar duka, oleh itu, senyumlah pada setiap mehnah yang menimpa ....






~ bingkisan hati ;
_waznah alhamraa' _ ~
Post a Comment