DARI KISAH ITU.. KU TITIP SALAM UNTUK MU

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركته


:: SEKADAR GAMBAR HIASAN ::


Itulah kisah tentang dia.. Dipendamkan di dalam hatinya, yang tidak diceritakan kepada sesiapa tentang perasaan hatinya. Tertarik dirinya seorang gadis, yang punya peribadi tinggi, paras yang cantik, kecekalan yang kuat, apatah lagi ibadahnya, hasil didikan ayahnya yang dicintai oleh umat manusia, iaitu Rasulullah S.A.W. Itulah Fatimah Az-Zahrah, puteri kesayangan Nabi Muhammad, serikandi berperibadi mulia.

Dia sedar, dirinya tidak punya apa-apa, untuk meminang puteri Rasulullah. Hanya usaha dengan bekerja supaya dapat merealisasikan cintanya. Di kisahkan dari Ummu Salamah, pengalamannya sendiri mengenai kunjungan Saidina ‘Ali r.a. kepada Nabi Muhammad S.A.W. itu: “Aku berdiri cepat-cepat menuju ke pintu sampai kakiku terantuk-antuk. Setelah pintu kubuka ternyata orang yang datang itu ialah ‘Ali bin Abi Thalib. Aku lalu kembali ke tempat semula. Ia masuk kemudian mengucapkan salam dan dijawab oleh Rasul Allah s.a.w. Ia dipersilakan duduk di depan beliau. ‘Ali bin Abi Thalib menundukkan kepala seolah-olah mempunyai maksud tetapi malu hendak mengutarakannya.

Rasulullah mendahului berkata: “Hai ‘Ali nampaknya engkau mempunyai suatu keperluan. Katakanlah apa yang ada dalam fikiranmu. Apa saja yang engkau perlukan akan kau peroleh dariku!” Mendengar kata-kata Rasul Allah S.A.W. yang demikian itu lahirlah keberanian ‘Ali bin Abi Thalib untuk berkata: “Maafkanlah aku ya Rasul Allah. Anda tentu ingat bahawa anda telah mengambil aku dari pakcikmu Abu Thalib dan makcikmu Fatimah binti Asad di kala aku masih kanak-kanak dan belum mengerti apa-apa.

Sesungguhnya Allah telah memberi hidayat kepadaku melalui anda juga. Dan anda ya Rasul Allah adalah tempat aku bernaung dan anda jugalah yang menjadi wasilahku di dunia dan akhirat. Setelah Allah membesarkan diriku dan sekarang menjadi dewasa aku ingin berumah tangga; hidup bersama seorang isteri. Sekarang aku datang menghadap untuk melamar puteri anda Fatimah. Ya Rasul Allah apakah anda berkenan menyetujui dan menikahkan diriku dengan Fatimah?”

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Puteri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan, bahwa suatu hari, Fatimah berkata kepada ‘Ali: “Maafkan aku, kerana sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”.. ‘Ali terkejut dan berkata, “Jikalau begitu, mengapakah engkau mahu menikah denganku? Dan Siapakah pemuda itu?” Sambil tersenyum Fatimah berkata, “Ya, kerana pemuda itu adalah Dirimu”..

kisah ini.. mengingatkan saya pada perbualan bersama beberapa orang rakan.. bertanyakan jodoh saya.. selesai imtihan, menuju fatrah ‘utlah selama hampir bulan, panjangnya. “takkan takda berita gembira? Kot2 dapat makan nasi minyak free..” usik sahabat saya, sambil tersenyum lebar hingga ke telinga.. aduh~ saya sendiri jadi penasaran dengan pertanyaan itu. “biarlah menjadi rahsia di sisi-Nya” – cukup itu jawapan dari saya. “bukannya perlu ada ikhtiar dan usaha? Doa tanpa usaha, tidaklah dinamakan sebagai tawakal” – persoalan dari sahabat yang sudi berkongsi rasa cinta dengan saya.. dan lagi yang membuatkan saya terkesan.. “mahu apa dari calon suami mu nanti..?”

muslimah… mahu apa dari bakal “imam” mu nanti..

untuk kamu.. yang masih menjadi “rahsia” di sisi-nya yang Maha Mengetahui..

ku titip salam untuk mu..



BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…

Wahai calon “imam” ku..

Apa khabar iman mu hari ini..??

Sudah di awali dengan rasa syukur..??

Kerna dapat menatap kembali fananya hidup ini

Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatan mu

Atas amanah yang saat ini.. tengah kau genggam erat..

Akhi…

Tahukah engkau…

Betapa Allah sangat menyayangi dan mencintaiku dengan dahsyatnya..??

Aku.. yang ditempa untuk menjadi dewasa

Agar bisa lebih bijak..

Untuk menyikapi sebuah kehidupan..

Untuk siap mendampingimu di masa depan

Meski terkadang keluh dan putus asa menyapa

Namun.. kini aku mulai rasa lebih baik..

Di saat hati dan diri mulai lemah..

Aku bertanya.. mengapa Allah selalu menguji tepat pada hatiku

Bahagian yang paling terapuh dalam jasad ku..

Dan kini.. aku juga mulai tahu jawabannya

Allah.. lebih tahu dimana tempat yang paling tepat

Agar aku.. senantiasa kembali mengingati-Nya

Juga kembali mencintai-Nya..

Seperti mana.. aku mencintai makhluk ciptaan-nya

Ujian demi ujian.. insyaAllah, bisa membuatku untuk lebih tangguh

Sehingga saat kita akan bertemu dan bersatu..

Kau akan mulai rasa bangga.. tika sudah bisa memiliku di hati mu..

Wahai kamu.. yang akan menjadi “imam” ku..

Entah di mana diri mu kini..

Namun aku yakin.. dan aku juga berdoa..

Moga DIA mencintaimu sepertimana juga DIA mencintaiku

Aku yakin.. DIA akan sentiasa melatih mu

Agar menjadi MUJAHID yang tangguh

Hinggakan kelak di akhirnya..

Aku juga akan rasa tika sudah bisa memiliku..

Untuk bakal “imam” ku..

Tahu kah dikau apa yang ku inginkan..??

Ku harapkan kesolehan dari dalam diri mu

Dan semoga juga.. kau menginginkan perkara yang sama dari ku..

Kerna.. tahukah dikau.. tika saat kau menginginkan kecantikan

Malah itu hanyalah suatu kesia-siaan yang akan engkau perolehi..

Sedarlah..

Aku masih haus dan kontang akan ILMU..

Namun doa dan harap ku..

Agar ilmu yang ku ada dan perolehi saat ini

Mampu mendidik ku untuk menjadi yang solehah untuk mu

Juga bisa meraih redha Ilahi dan redhamu..

Sebagai yang “halal” untuk ku..

Buat kamu.. yang masih dalam “rahsia” DIA..

Saat aku masih dalam asuhan dan jagaan walid dan umi

Tidak lain yang menjadi doa ku

Selain bisa menjadi anak solehah untuk mereka

Agar di masa muka kelak..

Bisa saja ianya menjadi tabungan untuk keduanya di Akhirat kelak

Namun.. bila aku juga sudah “halal” untuk mu.

Aku berharap.. juga bisa menjadi yang solehah untu mu

Agar di syurga kelak..

Aku langsungnya bisa menjadi bidadari mu..

Pendamping setia untuk dirimu yang soleh

Ku mohon.. sedar juga wahai yang masih menjadi ke”rahsia”an-Nya

Aku ini.. bisa saja punya cemburu yang berat

Namun.. andainya Allah dan Rasul-nya yang lebih kau cintai

Silakan.. akan ku relainya..

Dan ku mohon.. begitu juga dengan dirimu.,

Ku yakini.. engkau lah yang ku perlukan

Walau nantinya kau juga

Bukanlah orang yang ku harapkan

Untuk “calon soleh” ku…

Ketahuilah.. apabila nanti

Hanya sebuah gubuk yang menjadi perahu pernikahan kita

Takkan ku namakan ia dengan gubuk “derita”…

Kerna apa..?? kerna itu adalah markas DAKWAH kita

Yang insyaAllah… akan menjado indah

Saat kita hiasi dengan rasa cinta dan kasih

Moga.. saat telah lahirnya generasi penerus DAKWAH ISLAM

Dari pernikahan suci kita..

Ku mohon dengan penuh harapan

Bantulah aku untuk mendidiknya

Dengan HARTA yang HALAL..

Dengan ILMU yang berMANFAAT

Dan yang lebih utama..

Menanamkan benih keTAATan kepada Allah SWT..

Bunga yang di tanam..

Akan INDAH pada waktunya

Ketika mekarnya menghiasi taman

Maka.. akan ku persiapkan diri ini sebaik-baiknya

Menyambut kehadiran mu..

Yang masih “asing” dalam kehidupan ku

Aku juga berusaha menjadi yang terbaik

Walau bukan yang terbaik

Namun… setidaknya…

Mencuba untuk menjadi yang terbaik di sisi mu kelak

Untuk kamu.. calon suami ku..

Inilah.. sekilas harapan yang bisa ku titip dank u ukirkan

Walau hanya dalam rangkaian kata

Seperti kata manusia biasa..

Terkadang.. tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata

Itulah yang akan kita hadapi..

Saat sudah sah dengan “lafaz sakinah” mu

Kau akan mulai belajar memahami ku

Sama halnya dengan diriku

Yang juga akan berusaha sedayanya untuk lebih dekat memahami mu..

Satu pinta saat ini..

Bersabarlah kamu wahai calon suami ku..

Ku titip doa..

Moga Allah sentiasa memudahkan jalan mu

Agar bisa menjemput ku.. untuk menjadi bidadari mu

Moga DIA senantiasa menjagamu

Agar tidak tersentuh dengan yang bukan mahram mu

Walau hanya di hujung kuku

Tetapi.. hanya untuk di persembahkan

Diri mu seutuhnya hanya untuk ku..

Begitu juga aku..

Berusaha.. mempersiapkan diri..

Yang ingin persembahkan diri seutuhnya hanya untuk yang “halal” bagi ku..

Moga Allah mempermudahkan untuk ku.. juga untuk mu..

Wassalam..

Jazakillahi kheir untuk ukht humaira’ atas pedoman yang penuh berharga. Hanya Allah yang mampu membalas jasa baik mu ukht.. siapa pun dirimu, ingatlah.. walau tidak berharga di mata manusia, tapi insyaAllah, moga tetap berharga di sisi-Nya yang Maha Esa..

Sekian…




Al-FaQirah Ila Allah :

~ waznah alhamraa’ ~

11 JAMADIL AKHIR 1432H

14 MEI 2011

O1:08 AM



Post a Comment