KANVAS CINTA





_ Indahnya bila hati sayu mengenangkan kebesaran & nikmat Allah, indahnya sekiranya kita mampu sebaris dengan Zinnirah juga Rabiatul ‘Adawiyyah.. tapi sayang, mungkin masih terlalu jauh, wahai diri.. jangan khianati diri sendiri hanya kerana duniawi _


“Maka Kami kabulkan permohonan doanya, dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya; dan sebagaimana Kami menyelamatkannya, Kami akan selamatkan orang-orang yang beriman (ketika mereka merayu kepada Kami)” [Al-Anbiya’ : 88]

Begitulah pesan Allah SWT pada hamba2-Nya…


“perbanyakkanlah istighfar, maka Allah akan hilangkan kedukaanmu, Allah akan beri jalan keluar kepada masalahmu, dan rezki akan datang dari arah yang tidak di sangka-sangka”

Begitu juga pesan Rasulullah SAW pada ummah kecintaannya…


Allahu Akbar! tangisan panjang di atas sejadah cinta. Memujuk hati “huszudzon pada Penciptamu”, air mata di biarkan mengalir.. mengalirnya… sederas mahu mu. Tenang dengan bisikan tadzkiyatun nafs – tulang belakang kepada Islam.

Deraian air mata, bukan kerna sedih atas apa yang berlaku, tapi … terasa Allah “sentuh” hati yang sentiasa berbolak balik dengan fitnah dunia yang semakin menjadi-jadi. Betapa Allah menyayangi insan yang sentiasa alpa ini. Mujur ada yang sudi menemani, mengharungi liku2 kehidupan yang penuh pancaroba. Menahan air mata yang semakin menderas, bacaan Kalamullah meresap ke dalam corong telinga, mendamaikan hati yang bergelora.. lazatnya kenikmatan yang DIA kirimkan untuk ku.. subhanallah..




Engkau teramat setia kepadaku

biarpun Engkau tidak melafazkannya...

aku tahu betapa luas kasih & cintaMu

walaupun aku amatlah tidak layak untuk cintaMu

aku tahu Engkau amat sayangkan hambaMu

& Engkau juga tahu.. bagaimana perasaanku padaMu

Rabbul ‘Izzati... Ya Allah...

Engkau teramat setia dengan hambaMu ini...

setiaMu tidak dapat diungkap hanya dengan bait2 cinta nan indah

yang tidak tertulis biarpun dengan tujuh lautan tinta...

biarpun lautan itu sedalam tingginya puncak gunung mencakar awana



Ya Ghaffar...

saat di mana aku jatuh ke dalam jurang dunia yang dalam

Engkau hulurkan aku dengan taliMu menyelamatkan aku

mencapai tanganku lantas membangkitkanku semula untuk kembali ke jalanMu

biarpun hambaMu ini teramat berat dengan dosa2 yang menggunung...

Engkau masih setia memancarkan nur kasih dan hidayahMu

agar hambaMu ini tidak terus jatuh dan mati di dalam lembah dosa nan hina...



Ya Muhaimin...

saat aku sesat di kala malam dosa

tatkala aku telah buta dengan nikmat dunia ini

kau tunjukkanku sinar nur hidayahMu padaku...

memimpinku ke jalanMu... biarpun hati ini telah terlalu buta...

terlalu gelap untuk menerima segalanya

Engkau tidak berhenti memberikan hidayahMu...



Ya Allah... saat aku kesunyian tanpa teman...

saat aku sedih & berduka...

saat aku perlukan tempat untuk mengadu...

Engkau hadir menemani dengan kalamMu nan indah

petunjuk & pedomanMu ini bak puitis cintaMu padaku...

menceriakan hatiku yang sedang berduka lara

puitis yang tiada bandingnya...

aku ceria mendengarnya

hilang segala resah di jiwa



Ya Ilahi...

saat aku terlupa akan diriMu

terpesong dari jalanMu

kau hadir dengan peringatanMu

mengingatkanku kembali jalan pulang kembali ke pangkuanMu

sedang aku asyik dengan nikmat dunia

Engkau tidak biarkan aku hanyut didalamnya...

kerna kau tahu dunia itu hanyalah fana'

biarpun aku selalu lupa...

kau tetap setia dengan peringatan2 Mu padaku...


Ya Allah...

aku tahu kau amat setia dengan hambaMu

& aku tahu amat menyayangi hambaMu

tapi aku tidak tahu mengapa...

aku selalu menyakitiMu dengan dosa2ku...

aku selalu memungkiri janjiku padaMu

aku juga sering kali tidak mengendahkan CintaMu itu

namun setelah semua itu...

yang hadir padaku tetap CINTAMU padaku...



Ya ALLAH Rabbul ‘Izzati... kini...

merona cintaku padaMu...

ku ingin membalas lafaz cintaMu...

ku ingin mengungkap bait cintaku padaMu...

tatkala saat aku bertemu denganMu menyahut cintaMu

akan ku tetap setia menunggu saat itu

saat kematian untuk aku bertemu dengan cinta teragungku...

& mengungkap lafaz.... “inni ahibbak awi awi”

Bait2 kata ini aku tulis dengan penuh rasa cinta

berkanvaskan kertas kasih...

menggunakan pena rindu dan sayang...

kutulis bait2 cinta ini hanya untuk-Mu...

hanya untuk-Mu Tuhan yang Maha Mencintai...

dulu... kini... & selamanya...

hanya Engkau Pemilik Cintaku...

Ya Allah... Engkaulah cinta teragungku...

Maka, ya Allah, pimpinlah aku selalu



Amien ya Rabbal ‘Alamien…



Al-faQirah ila Robbiha :

- waznah alhamraa’-

09 dzulhijjah 1432H

05 November 2011

15:40 am

Post a Comment