BERSEDIAKAH KITA UNTUK LAILATUL QADR?

seperti biasa, seusai menunaikan solat isya' dan teraweh secara berjama'ah, aku berkumpul dengan sebahagian teman2 yang ku kira walau tidak rapat sekali pun, tapi boleh di ajak bersama untuk melakukan kerja2 Islam, insyaallah..

perbincangan malam tu lebih menyebut amalan2 kita pada sepuluh malam terakhir ramadhan kareem ni. subhanallah, sedar tak sedar, aku dah masuk ke fasa ketiga bulan ramadhan, yang mana padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. " dah buat persediaan ke?" sahut seorang teman yang lain, " persediaan raya ke?".. balasnya : " persediaan lailatul qodr la" teman yang duduk hampir dengan ku bersuara, " tak sabar nak balik kampung". aku senyum, pada hakikatnya menantikan kata2 " tak sabar nak jumpa malam lailatulqodr".

antara yang berkumpul, ada yang mengeluarkan pendapat masing2 mengenai lailatulqodr, termasuklah aku sendiri, walaupun ada yang hanya diam tanpa bersuara, mungkin bersuara dalam hati, gholiban orang yang diam lebih berisi. wallahu'alam. tapi mana yang sahih kita ambil, yang rasa2nya tak betul, kita raikan. masing2 punya hak untuk mengeluarkan pendapat masing2. dan aku tahu, mungkin mereka bercakap melalui pembacaan atau setelah berdiskusi dengan yang lebih 'arif..

melalui pembacaan dan diskusi ku dengan beberapa orang pensyarah ( tempat aku menuntut 'ilmu ) juga, aku sampaikan pada teman2 yang ada ketika itu....

Allah berfirman :

"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an pada lailatul Qadar, tahukah engkau apakah ailatul Qadar itu ? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar" (Al-Qadr : 1-5]


Al Qodr ertinya asy-Syarfu wat Ta'dzim (mulia dan agung) dan juga memiliki erti at-Taqdir wal Qadla' (ketetapan dan keputusan). Disebut demikian kerana malam itu merupakan malam yang mulia dan agung yang pada malam tersebut Allah menetapkan berbagai perkara penuh hikmah yang terjadi sepanjang tahun.

firman Allah juga :

"Haa Miim. Demi Kitab (al-Qur'an) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (iaitu) urusan yang besar dari sisi Kami, sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul"
(AdDukhoon : 1-5)

Keutamaan Lailatul Qodr

Malam turunnya Al-Quran secara sekaligus ke baitul 'izzah di langit dunia malam itu lebih baik daripada seribu bulan dalam hal kemuliaan, keutamaan dan banyaknya pahala.

Malaikat-malaikat turun, sedang malaikat tidaklah turun kecuali membawa kebaikan, berkah dan rahmat.

Rezeki, Ajal, takdir satu tahun ditetapkan (lihat AdDukhon:4)

Rasulullah sholallahu `alayhi wasallam bersabda :

" Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]

Malam yang penuh dengan keselamatan kerana ramai orang yang diselamatkan dari siksa dan azab disebabkan mereka melakukan berbagai macam ketaatan pada Allah

Dan begitu banyak keutamaan-keutamaan lainnya.

Lailatul Qodr ada di sepuluh akhir ramadhan


Lailatul Qodr ada pada sepuluh akhir Ramadhan, berdasarkan sabda Nabi saw, "Carilah Lailatul Qadr di sepuluh malam akhir pada bulan Ramadhan." (Muttafaqun `alaih)

Dan kemungkinan terjadi pada malam-malam yang ganjil lebih besar daripada malam-malam yang genap, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , "Carilah lailatul qodr itu pada malam yang ganjil pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan." (HR. al-Bukhari)

Dan lebih mendekati lagi adalah pada tujuh malam terakhir berdasarkan hadith dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang sahabat Nabi Solallaahu 'alaihi wasalam bermimpi melihat Lailatul Qodr terjadi pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan. Maka Nabi Shalallaahu 'alaihi wasalam bersabda, "Aku melihat bahwa mimpi kalian adalah benar pada tujuh malam terakhir. Maka barang siapa mencarinya maka hendaknya dia mencari pada tujuh malam terakhir." (Muttafaq 'alaih).

Dan dalam riwayat Muslim Nabi bersabda, "Carilah ia pada sepuluh malam terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lelah atau lemah maka jangan sampai terlewatkan pada tujuh malam yang tersisa."

Dan di antara tujuh malam terakhir yang paling mendekati adalah pada malam ke dua puluh tujuh. Ini berdasarkan perkataan Ubay bin Ka'ab dia berkata, " Demi Allah sungguh aku mengetahui mana malam yang pada malam itu kita semua diperintahkan oleh Rasulullah Solallaahu 'alaihi wasalam untuk melakukan solat malam, iaitu malam dua puluh tujuh." (HR Muslim).

Sesungguhnya Rasulullah sendiri akan memberitahukannya tetapi "Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)" [Hadits Riwayat Bukhari 4/232]


Hikmah dirahsiakannya lailatul qodr :


kerana perdebatan kedua orang sahabat tersebut maka Rasulullah tidak jadi memberitahukan bila berlakunya malam lailatu Qodr. Allah Subhannahu wa Ta'ala merahasiakan bila terjadinya lailatul qodr kepada hamba-hamba-Nya tidak lain adalah sebagai rahmat bagi mereka agar mereka banyak-banyak mengerjakan 'amal kebaikan dalam rangka mencari malam itu. iaitu dengan banyak melakukan solat, dzikir, do'a dan lain-lain sehingga terus bertambah kedekatannya kepada Allah , dan bertambah pula pahala mereka. Allah juga merahsiakan itu sebagai ujian agar diketahui siapakah yang sungguh- sungguh di dalam mencarinya dan siapa yang bermalas-malasan dan meremehkannya. Kerana orang yang berkeinginan mendapatkan sesuatu maka dia pasti akan bersungguh- sungguh untuk memperolehya, tanpa mempedulikan rasa letih dalam rangka menempuh jalan untuk mencapainya. Kalau diketahui boleh jadi banyak yang hanya ber'ibadah pada malam tersebut saja.

Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qodr.?


Lebih bersungguh-sungguh dalam ber'ibadah "Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya" [Hadits Riwayat Muslim 1174]


Bangun mendirikan solat, menghidupkan malam dengan 'ibadah-'ibadah dan ketaatan. Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha. "Adalah Rasulullah Sollallahu 'alaihi wa sallam, apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya [Menjauhi wanita (aitu isteri-isterinya) kerana 'ibadah, menyingsingkan badan untuk mencarinya] menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/233 dan Muslim 1174]


Memperbanyakkan do'a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, "Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qodr (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah :"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu'annii"(Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku) (Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850)


I`tikaf. "Rosulullah bersabda sesungguhnya ia (lailatul qodr) itu pada sepuluh terakhir. Maka barangsiapa yang hendak beri`tikaf hendaklah ia beri`tikaf"

(HR Muslim). ada pun yang dimaksud i`tikaf adalah berkonsentrasi melakukan ketaatan kepada Allah didalam masjidNya, untuk mencari kurniaNya, dan mendapatkan lailatul qodr.


Tanda-Tanda lailatul qodr :

Sesungguhnya Rasulullah Sollallahu 'alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.Dari 'Ubay Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."ertinya : Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi" [Hadits Riwayat Muslim 762]

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."ertinya : (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan" [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya Hasan]

itu je la 'ilmu yang dapat aku dan teman2ku kongsikan. banyak juga soalan yang tidak mampu untuk di jawab : " perlu kepada yang lebih 'arif "


" Ya Allah jadikanlah kami orang yang mampu berpuasa ramadhan, mendapatkan lailatul qodr dan beruntung memperoleh pahala yang besar ". amien...

( sumber :Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, M Nasib ArRifa`i , Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, Majlis Ramadhan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin )

sekian.. allahu'alam
Post a Comment