KESALAHAN DALAM MENYAMBUT 'EID MUBARAK

Salam ‘alaykum.. Taqobbalallahu minni wa minkum.. kullu ‘amien wa antum bikhoir.. biiznillah..

Kifhal sahabat2 perjuangan??? Sihat tak hati kita hari ini? Jawab sendiri ye. Di kelapangan waktu yang ada ini, pena terasa terpanggil untuk menulis entri terbaru, walaupun pada hakikat kehidupan realitinya, pena sekarang berada dalam minggu exam, dan untuk esok.. paper yang boleh dikatakan susah sekiranya tak buka buku dan senang sekiranya buku itu dibuka. Mungkin masyarakat lainnya sedang sibuk untuk berjalan2 ke rumah terbuka, tapi tidak bagi student2 ipt khususnya, sibuk dengan membuka buku.

Bukan ini yang menarik hati pena untuk menukilkan sesuatu pada laman maya ini, Cuma ingin berkongsi sesuatu yang mana, mungkin ada di kalangan kita yang menyedarinya sejak dahulu lagi, atau pun ada lagi yang belum menyedarinya atau buat2 tak sedar mengenainya. Kita mengharapkan keberkatan Ilahi ketika kita meraih kemenangan dengan kedatangan ‘eid syawwal yang mulia ini. Namun, tanpa di duga kita menolak keberkatan tersebut dengan melakukan pelbagai kemungkaran dalam menyambut ‘eid mulia ini.

wahai saudaraku seIslam - semoga taufik Allah sentiasa bersama kita - sesungguhnya kebahagiaan yang ada pada hari2 raya terkadang membuatkan insan lupa atau sengaja melupakan perkara-perkara agama mereka dan hukum2 yang ada dalam Islam. Sehingga kita melihat ramai yang berbuat kemaksiatan dan kemungkaran2 dalam keadaan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya !! Semua inilah yang mengasakku untuk mencoret sesuatu yang insyaallah bermanfaat ini dalam lamanku, agar menjadi peringatan buatku dan juga bagi kaum muslimin dari perkara yang mereka lupakan dan mengingatkan mereka atas apa yang mereka telah lalai darinya.


kesalahan apa yang kita tak sedar kita melakukannya?

Pertama : Berhias Dengan Mencukur janggut

ramai yang melakukan perkara ini. Walhal mencukur janggut merupakan perbuatan yang diharamkan dalam agama Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana ditunjukkan dalam hadith2 yang shahih yang berisi perintah untuk memanjangkan janggut agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir yang mana kita diperintah untuk menyelisihi mereka. Selain berkaitan dengan hal itu, memanjangkan janggut termasuk fithrah (bagi muslimin) yang tidak boleh kita ubah. dalil2 tentang haramnya mencukur janggut juga terdapat dalam kitab2 Imam Madzhab yang empat ( Lihat Fathul Bari 10/351, Al-Ikhtiyar Al-Ilmiyah 6, Al-Muhalla 2/220, Ghidza'ul Albab 1/376 dan selainnya "Adillah Tahrim Halqil Lihyah" hadith2 yang ada dalam masalah ini, "Majallah Al-Azhar" 7/328. "Hukum Ad-Dien Fil Lihyah wat tadkhin") yang telah dikenal.

Kedua : Berjabat Tangan Dengan Wanita Yang Bukan Mahram.

Ini merupakan musibah yang banyak di hadapi kaum muslimin, tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang dirahmati Allah. Perbuatan ini haram berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam."ertinya : Seseorang ditusukkan jarum besi pada kepalanya adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" [Hadits Shahih, Lihat takhrijnya secara panjang lebar dalam "Juz'u Ittiba' is Sunnah No. 15 oleh Adl-Dliya Al-Maqdisi ]

Keharaman perbuatan ini diterangkan juga dalam kitab-kitab empat Imam Madzhab yang terkenal [boleh rujuk kitab 'Syarhu An Nawawi ala Muslim 13/10, Hasyiyah Ibnu Abidin 5/235, Aridlah Al-Ahwadzi 7/95 dan Adlwau; Bayan 6/603]

Ketiga : Tasyabbuh (Meniru) Orang-Orang Kafir Dan Orang-Orang Barat Dalam Berpakaian Dan Mendengarkan Alat2 Musik Serta Perbuatan Mungkar Lainnya.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda."ertinya : Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka" (Hadith ini dikeluarkan oleh Ahmad 2/50 dan 92 dari Ibnu Umar dan isnadnya Hasan. Diriwayatkan oleh Ath-Thahawi dalam Musykil Al Atsar 1/88 dari Hassan bin Athiyah, Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbahan 1/129 dari Anas, meskipun ada pembicaraan padanya, tetapi dengan jalan-jalan tadi, hadith ini derajatnya Shahih, insya Allah. )

Baginda Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda."ertinya : Benar-benar akan ada pada umatku beberapa kaum yang mereka menghalalkan zina, sutera (bagi laki-2), khamr dan alat-alat musik. Dan benar2 akan turun beberapa kaum menuju kaki gunung untuk melepaskan gembalaan mereka sambil beristirahat, kemudian mereka didatangi seorang fasik untuk suatu keperluan. Kemudian mereka berkata : 'Kembalilah kepada kami besok!' Lalu Allah membinasakan dan menimpakan gunung itu pada mereka dan sebagian mereka dirubah oleh Allah menjadi kera2 dan babi2 hingg hari kiamat" ( Hadith Riwayat Bukhari 5590 secara mu’allaq dan bersambung menurut Abu Daud 4039, Al-Baihaqi 10/221 dan selainnya. )

Keempat : Masuk Dan Bercengkerama Dengan Wanita2 Yang Bukan Mahram.

Hal ini telahpun di tegah dan dilarang oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan sabda beliau."ertinya : Hati-hatilah kalian masuk untuk menemui para wanita". Maka berkata salah seorang pria Anshar : "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang Al-Hamwu" Beliau berkata : "Al-Hamwu adalah maut" [Hadits Riwayat Bukhari 5232, Muslim 2172 dari 'Uqbah bin Amir]

Al- Allamah Az-Zamakhsyari berkata dalam menerangkan "Al-Hamwu""Al-Hamwu bentuk jamaknya adalah Ahmaa' adalah kerabat dekat suami seperti ayah (Dia dikecualikan berdasarkan nash Al-Qur'anul Karim, lihat "Al-Mughni" 6/570 ) saudara laki2, pakciknya dan selain mereka... Dan sabda beliau : "Al-Hamwu adalah maut" maknanya ia dikelilingi oleh kejelekan dan kerosakan yang telah mencapai puncaknya sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyerupakannya dengan maut, kerana hal itu merupakan sumber segala bencana dan kebinasaan. Yang demikian itu Al-Hamwu lebih berbahaya daripada orang lain yang tidak dikenal. Sebab kerabat dekat yang bukan mahram terkadang tidak ada kekhawatiran atasnya atau merasa aman terhadap mereka, lain halnya dengan orang yang bukan kerabat. Dan boleh jadi pernyataan "Al-Hamwu adalah maut" merupakan do'a kejelekan..." ["Al-Faiq fi Gharibil Hadits" 9 1/318, Lihat "An-Nihayah 1/448, Gharibul Hadits 3/351 dan Syarhus Sunnah 9/26,27]

Kelima : Wanita-Wanita Yang Bertabarruj (Berdandan Memamerkan Kecantikan) Kemudian Keluar Ke Pasar-Pasar Atau Tempat Lainnya.Ini merupakan perbuatan yang diharamkan dalam syari'at Allah.

Allah Ta'ala berfirman :"ertinya : Hendaklah mereka wanita2) tinggal di rumah-rumah mereka dan jangan bertabarruj ala jahiliyah dulu dan hendaklah mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat" [Al-Ahzab : 33]

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."ertinya : Dua golongan manusia termasuk penduduk neraka yang belum pernah aku melihatnya : .. dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok ( Menyimpang dari taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan keharusan mereka untuk menjaga kemaluan, "An-Nihayah" 4/382 )kepala-kepala mereka bagaikan punuk-punuk unta (Berkata Al-Qadli 'Iyadh dalam Masyariqul Anwar 1/79 : Al-Bukht adalah unta yang gemuk yang memiliki dua punuk. Maknanya -wallahu a'lam- wanita-wanita itu menggelung rambut mereka hingga kelihatan besar dan tidak menundukkan pandangan mata mereka. ) Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapatkan bau syurga. Padahal bau syurga dapat tercium dari perjalanan sekian dan sekian" [Hadith ini dikeluarkan oleh Muslim dalam "Shahihnya" 2128, 2856 dan 52, Ahmad 2/223 dan 236 dari Abu Hurairah]

Keenam : Mengkhususkan Ziarah Kubur Pada Hari Raya : ( Lihat perincian yang lain tentang bid'ah yang dilakukan di kuburan dalam kitab "Ahkamul Janaiz" 258-267 oleh Syaikh kami Al-Albani Rahimahullah )

Ketujuh : Boros Dalam Membelanjakan Harta Yang Tidak Ada Manfaatnya Dan Tidak Ada Kebaikan Padanya.

Allah berfirman."ertinya : Janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan" [Al-An'am : 141]

"ertinya : Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat boros itu adalah saudaranya syaitan" [Al-Isra : 26-27]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."ertinya : Tidak akan berpindah kedua kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang ... dan hartanya dari mana ia perolah dan ke mana ia infakkan" ( Hadith Riwayat Tirmidzi 2416, Al-Khatib dalam Tarikh-nya 12/440 dari Ibnu Mas'ud, padanya ada kelemahan. Akan tetapi ada pendukungnya dari Abi Zur'ah di sisi Ad-Darimi Dzail Tarikh Baghdad 2/163. Dan dari Mu'adz di sisi Al-Khatib 11/441. Maka hadith ini Hasan. )

Kelapan : Kebanyakan Manusia Meninggalkan Shalat Berjama'ah Di Masjid Tanpa Alasan Syar'i Atau Mengerjakan Shalat ‘eid Tetapi Tidak Shalat Lima Waktu.

Demi Allah, Sesungguhnya Ini Adalah Salah Satu Bencana Yang Amat Besar.

Kesembilan : datangnya Sebagian Besar Orang-Orang Awam Ke Kuburan Setelah Fajar Hari Raya ; Mereka meninggalkan shalat ‘eid, dirancukan dengan bid'ah mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya. [Al-Madkhal 1/286 oleh Ibnu Hajj, Al-Ibda hal.135 oleh Ali Mahfudh dan Sunnanul Iedain hal.39 oleh Al-Syauqani]Sebagian mereka meletakkan pada kuburan itu pelepah kurma ( dan ranting-ranting pohon !! Lihat Ahkamul Jazaiz hal. 253, Ma'alimus Sunan 1/27 dan ta'liq Syaikh Ahmad Syakir atas Sunan Tirmidzi 1/103 )

Semua ini tidak ada asalnya dalam sunnah.

Kesepuluh : Tidak Adanya Kasih Sayang Terhadap Fakir Miskin.

Sehingga anak2 orang kaya memperlihatkan kebahagiaan dan kegembiraan dengan pelbagai jenis makanan yang mereka pamerkan di hadapan orang2 fakir dan anak2 mereka tanpa perasaan kasihan atau keinginan untuk membantu dan merasa bertanggung jawab.

Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."ertinya : Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya" [Hadith Riwayat Bukhari 13 dan Muslim 45, An-Nasa'i 8/115 dan Al-Baghawi 3474 meriwayatkan dengan tambahan ; "dari kebaikan" dan isnadnya Shahih]

( sumber ‘ilmiah : Kitab Ahkaamu Al-Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali Hasan bin Ali Abdul Hamid, Al-Atsari )

Sekian dahulu untuk entri kali ini. Segala kekhilafan mohon di perbaiki. Sekiranya ada kesalahan maklumat di alu-alukan untuk menegur hamba yang dho’if di pandangan Allah yang Maha Agung dan juga pandangan sisi insan.

Akhir kalam.. bersederhanalah dalam menyambut bulan ‘eid syawwal ini. Moga2 rahmat Allah sentiasa bersama kita, hambaNya yang sentiasa memerlukanNya. Buat sahabat2, selamat berimtihan ya.. (^-^)


allahu'alam




Post a Comment